INFO PAPUA
Home » Blog » Pertamina Regional VII Maluku Papua Jamin Ketersediaan Stok BBM Di Papua Mencukupi Hingga Akhir Tahun 2014

Pertamina Regional VII Maluku Papua Jamin Ketersediaan Stok BBM Di Papua Mencukupi Hingga Akhir Tahun 2014

Pertamina Regional VII Maluku Papua belum  melakukan pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM)  bersubsidi, meski  pemberlakuan pembatasan tersebut sudah dilaksanaan  di beberapa wilayah di Indonesia.

General Manager PT.Pertamina Regional VIII Maluku Papua  Muhammad Irfan menatakan, hinga saat ini  pihaknya belum melakukan pengurangan BBM bersubsidi untuk  wilayah Papua.

”Kita tidak melihat  baik itu di pesisir dan pengunungan, sampai sekarang ini pola penyaluran  kita,  volume  penyaluran yang kita salurkan semuanya masih dalam kondisi normal  belum kita lakukan pembatasan ”ujarnya kepada wartawan di Jayapura Rabu(27/8).

Ditambahkan, pihaknya menjamin hingga akhir tahun kuota BBM untuk  wilayah Papua  masih  terpenuhi  meskipun tidak dilakukan  pembatasan. ”Saya masih melihat kuota ini cukup sampai akhir tahun tanpa melakukan pembatasan-pembatasan ,” terangnya.

Meski demikian, pihaknya memberikan penegasan  tidak menerima  penjualan dengan menggunakan jerigen di SPBU kecuali konsumen-konsumen khusus, misalnya nelayan dan pertanian yang tidak bisa membawa kendaraannya ke Satuan Pengisian Bahan Bakar Umum(SPBU) tetapi harus disertai dengan surat rekomendasi dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) setempat.

Pihaknya juga akan memberikan sangsi, bagi lembaga penyalur yang tidak mengikuti ketentuan,  sesuai levelingnya dari  peringatan pertama sampai sangsi yang terberat bias dilakukan Pemutusan Hubungan Usaha (PHU).  Disinggung mengenai  penjualan bensin eceran, yang dilakukan oleh masyarakat maupun pedagang kaki lima,

Ia menegaskan,  pihaknya tidak mengatur sampai di level pengecer, karena itu adalah ranah pemerintah daerah.  “Kita hanya mengatur sampai di lembaga penyalur, itu domainnya pemerinta daerah,” katanya.

Tentang sistim pengawasan yang diterapkan di daerah, terkait pembelian   yang tidak sesuai dengan ketentuan,  dirinya mengatakan  akan melakukan pemantauan di daerah daerah tertentu, yang dicurigai. Termasuk  pendistribusian  dan penjualan yang  mengalami antrian, meski demikian pihaknya mengakui sangat sulit untuk mendeteksi  modus-modus seperti itu.

“Lokasi-lokasi yang antriannya panjang, itu kita mencurigai bahwa BBM yang dia beli,  bukan untuk keperluan dia dan ada indikasi untuk diperdagangkan kembali”ujarnya.Untuk menekan kecurangan dalam pembelian,  kedepan Pertamina akan menerapkan Sistem Monitoring  dan Pengdalian  Bahan Bakar Minyak (SMPBBM), yang sampai saat ini masih  dalam proses,  yang akan dilakukan secara otomatis dengan mengunakan ID, sehingga  bisa  memantau kendaraan yang mengisi bahan bakar, dengan demikian pihaknya langsung mengetahui pembelian yang berulang-ulang.

Muhammad Irfan menghimbau,  membeli BBM sesuai dengan kebutuhan, dan jangan membeli secara berlebihan,  karena  pihaknya sudah bisa memastikan bahwa  alokasi BBM untuk wilayah Maluku Papua sampai Akhir tahun  cukup.

“Jangan membeli yang berlebihan, karena kalau menimbun BBM di rumah, itu sangat berbahaya bagi diri sendiri dan masyarakat lainnya, belilah sesuai kebutuhan saja, ”Pungkasnya.

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.