Sebanyak 122 penghuni di Lembaga Pemasyarakatan dibeberapa Lapas di Provinsi Papua, tidak memilih. Sebagian memilih golput dan lainnya warga negara asing, lainnya lagi masih anak-anak.
“Lapas Nabire, 147 orang penghuni, dari jumlah itu, yang sudah ikut memilih sebanyak 144 orang sementara tiga orang tidak memilih. Salah satu di antaranya masih anak-anak sementara dua lainya kasus makar,” kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Lapas Klas I A Abepura, Jayapura, Johan Yarangga yang membawahi 8 Lapas dn satu Rutan di Jayapura, Rabu.
Cabang Rutan Tanah Merah sudah selesai melaksanakan pemilihan dengan jumlah pemilih sebanyak 14 orang sesuai dengan penghuni. Kemudian penghuni Lapas Narkotika di Sentani, Kabupaten Jayapura berjumlah, 139 orang. “Mereka yang memilih di Lapas Narkotika sebanyak 122 orang. Sementara yang tidak memilih sebanyak 17 orang,” katanya.
Dari 17 orang itu, 16 penghuni Lapas Narkotika adalah warga negara asing dan satu orang masih anak-anak. Lapas Wamena, 50 orang dari jumlah itu, yang ikut memilih sebanyak 49 orang, satu di antaranya tidak memilih karena masih anak-anak.
Selanjutnya, Lapas Merauke jumlah penghuni 336 orang. Dari jumlah itu, 292 menyalurkan hak pilih. “Mereka yang tidak memilih di Lapas Merauke sebanyak 44 orang,” ujarnya.
Menurut dia, dari keterangan yang diperoleh dari Kalapas Merauke, 36 orang tidak memilih dan 6 orang lainnya adalah anak-anak. “36 orang ini tidak hadir dalam pemilihan alias golput dan dua orang adalah warga negara asing,” katanya.
Lapas Timika sebanyak 113 penghuni yang terdaftar untuk memilih, mereka yang menyalurkan hak pilihnya sebanyak 6 orang karena masih anak-anak. Kemudian Lapas Biak dengan penghuni sebanyak 128 orang, yang tidak menyalurkan hak suara berjumlah 51 orang.
“Ke 51 penghuni Lapas Biak ini memilih untuk tidak menyalurkan hak pilihnya. Jumlah total penghuni Lapas khusus di Provinsi Papua sebanyak 122 penghuni,” ujarnya.
Leave a Reply