Salah seorang Siswa Sekolah Bintara Polisi SPN Jayapura Papua, Alfredo Garis Weno meninggal Dunia setelah dirawat selama 3 hari di Ruang ICU RSUD dok 2 Jayapura Jumat siang. Korban tiba-tiba pingsan dan tidak sadarkan diri saat mengikuti serangkaian Pendidikan di Sekolah Polisi Negara Kota Jayapura yang sudah berlangsung selama 11 hari, lalu dilarikan ke RSUD Dok 2 Jayapura.
Pada awalnya Alfredo diperkirakan mengalami gangguan syaraf namun setelah diperiksa ternyata mengalami gangguan pada organ tubuh bagian dalam dan setelah dilakukan perawatan baru diketahui Alfredo mengalami gangguan fungsi hati.
Menurut Direktur RSUD Dok 2 Yermin Elifen penyakit gangguan hati yang dialami Alfredo ini disebabkan oleh faktor kelelahan atau memiliki riwayat penyakit malaria atau karena suka mengkonsumsi minuman keras. Sementara itu Wakapolda Papua Brigjen Pol Paulus Waterpauw mengungkapkan bahwa kematian korban sama sekali tidak ada sangkut paut dengan sistem Pendidikan yang dijalaninya.
Wakapolda menegaskan saat mengikuti tes kesehatan rekrutmen Bintara Polri di Mapolda Papua, panitia tidak menemukan penyakit yang diderita korban sehingga dirinya sakit dengan insiden tersebut.
Alfredo Gerius adalah salah satu dari 500-an yang lolos rekrutmen Bintara Polri wilayah Papua pada 1 Mei lalu. Jenazah korban masih disemayamkan di Rumah Duka selanjutnya dibawa ke SPN guna mendapatkan penghormatan terakhir sebagai anggota Polri.
Sementara itu, keluarga Alfredo Garis Weno menolak dilakukannya outopsi terhadap jenasah Alfredo.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pudjo mengaku, keluarga korban tidak mengijinkan dilakukannya outopsi terhadap jenasah Alfredo dan menerima kematian siswa sekolah polisi itu dengan ikhlas.
Dikatakan, keluarga sudah menandatangani surat pernyataan yang tidak ingin dilakukannya outopsi dan saat ini jenasah sudah dibawa kerumah duka yang berada dikawasan Tanah Hitam, Kota Jayapura.
Leave a Reply