Dengan mengusung tema “Bebas Malaria Investasi Masa Depan Bangsa”, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, LPMAK, Bank Papua dan Community Public Health Malaria Control (C-PHMC) bekerjasama bahu-membahu merintis pemberantasan Malaria di kabupaten Mimika. Bertepatan dengan peringatan Hari Malaria Sedunia, pada (25/04/2014) lalu telah diselenggarakan kegiatan upaya pengendalian malaria yang dipusatkan di Kampung Mandiri Jaya, Distrik Wania, SP-1.
Memperingati hari malaria sedunia yang ke-7, peringatan kali ini di buka oleh Asisten IV Bidang Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Erens Meokbun, yangditandai dengan pencanangan dan pemasangan kelambu masal. Kegiatan in diawali dengan penyerahan kelambu secara simbolis yang dilakukan oleh Erens Meokbun mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Mimika kepada aparat Kampung Mandiri Jaya yang diwakili oleh Yohanes Wea. Turut menyerahkan Komandan Lanal, Letkol Laut Mulyadi, kepala Distrik Wania Johana Arwam. Usai serah terima dilanjutkan dengan pemasangan simbolis yang dilakukan bersama-sama di salah satu rumah warga.Selain pencanangan kelambu, juga dilakukan pemeriksaan malaria masal bagi warga kampung Mandiri Jaya.
Kepala Dinas Kesehatan, Ibrahim Iba saat ditemui di tempat kegiatan menjelaskan bahwa pada tahun 2013, Provinsi Papua merupakan provinsi tertinggi dalam kasus malaria dari seluruh provinsi di Indonesia, 36 kali lipat dari rata-rata nasional. Dan lebih dari 80.000 kasus malaria di Kabupaten Mimika ditemukan setiap tahunnya.
Dikatakannya, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah dan non pemerintah untuk pengendalian malaria baik dilakukan di kampung-kampung maupun di kota, namun hasilnya belum dapat mengurangi angka kesakitan yang ditandai dengan masih tingginya angka Annual Parasit Index (API)Kabupaten Mimika tahun 2013 sebesar 132 kasus per 1.000 penduduk.
Ia menambahkan, pada bulan Agustus mendatang akan ada kampanye pekan kelambu, dimana lebih dari 100.000 kelambu akan dibagikan kepada penduduk Mimika, dibantu oleh pihak petugas kesehatan di Puskesmas.
Ibrahim Iba juga mengatakan, untuk mencapai eliminasi malaria di Kabupaten Mimika diperlukan rencana atau tahapan program pemberantasan malaria agar pelaksanaan kegiatannya dapat berjalan berkesinambungan, bersinergis terarah dan terkoordinir sehingga Pemda Mimika berupaya menyusun Rencana Jangka Menengah dan jangka panjang program pengendalian malaria.
“Mengeliminasi malaria harus dilakukan dengan kerjasama dan semangat kemitraan serta menjadi bagian integral dari pembangunan di kabupaten karena terkait dengan berbagai aspek seperti lingkungan, perilaku masyarakat dan aspek vector/nyamuk,” katanya.
Lewat kesempatan itu juga, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan pengendalian malaria di Mimika, dengan mengizinkan rumah disemprot, mengikuti penyuluhan, memakai kelambu, membersihkan saluran air dan mengalirkan genangan air yang tidak mengalir.
Sementara itu, Asisten IV, Erens mengatakan malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius saat ini, Kemenkes RI menyebutkan bahwa pada tahun 2009, sekitar 80 persen kabupaten yang ada di Indonesia dapat dikategorikan sebagai daerah endemis malaria dan 45 persen penduduk masih tinggal di daerah dengan resiko penularan malaria. Untuk itu perlu didirikan pusat pengendalian malaria untuk mengatasi hal ini.
Di Kabupaten Mimika malaria merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian. Malaria menurutnya menduduki urutan pertama dari 10 besar penyakit yang dijumpai di puskesmas dan unit layanan kesehatan lainnya dan hal tersebut menjadi perhatian yang serius. Pusat pengendalian malaria Kabupaten Mimika merupakan salah satu perwujudan upaya eliminasi malaria di Kabupaten Mimika.
Dikatakannya, pusat pengendalian malaria merupakan lembaga koordinatif dan implementatif yang berperan untuk memfasilitasi, mengkoordinasi, mengadvokasi serta mendorong pelaksanaan program pengendalian malaria dengan benar, terarah dan berkesinambungan, guna mewujudkan masyarakat Mimika sehat bebas malaria tahun 2026.
PTFI melalui C-PHMC terlibat langsung dalam peringatan Hari Malaria Sedunia 2014 di Kabupaten Mimika sebagai panitia penyelenggara dan berkontribusi melalui koordinasi kelengkapan acara serta dukungan tenaga dalam pemeriksaan malaria masal. Dalam upaya eliminasi malaria di Mimika, C-PHMC berkontribusi untuk pusat pengendalian malaria Kabupaten Mimika dalam memberikan advokasi dan pendampingan teknis pengendalian malaria secara komprehensif.
Leave a Reply