Judi & Miras Sudah Hilang di Deiyai, Kepala Kampung & Tokoh Pemuda Minta Pertahankan Kondisi Tersebut

Deiyai, Kurang lebih enam bulan, warga Deiyai telah bebas dari segala penyakit masyarakat seperti miras dan perjudian. Oleh karena itu, untuk menjaga situasi tersebut, perwakilan pemuda dan Kepala Kampung menyampaikan sejumlah masukan kepada pemerintah daerah.
Beberapa poin aspirasi tersebut disampaikan oleh Ketua Pemuda dan Kepala Kampung usai upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77, Rabu (17/08/2022), di halaman Kantor Bupati Deiyai.
Ketua Pemuda Marinus Giyai menyampaikan bahwa pemuda yang tergabung dalam tim pembasmi miras dan perjudian siang malam sudah bekerja baik di lapangan karena penyakit sosial ini dirasa tidak cocok lagi di daerah kabupaten Deiyai.
Banyak dampak negatif yang muncul seperti mengahancurkan kehidupan keluarga, menghancurkan budaya, aset kantor dirusak, ajaran agama dan budaya tentang nilai-nilai kehidupan yang baik itu hampir saja tidak diyakini, sehingga diharapkan pengaruh dan kelakuan yang tidak baik ini harus ditinggalkan.
Marinus Giyai juga berharap agar perda tentang pelarangan miras dan perjudian di kabupaten Deiyai segera disahkan menjadi peraturan daerah sehingga dengan payung hukum ini pemuda bisa bekerja dengan baik di lapangan.
Sementara itum Gregorius Mote yang selama ini jatuh bangun bersama pemuda di Waghete menyampaikan informasi tentang pelarangan miras dan perjudian di Waghete. Ia berharap kedepannya pemerintah daerah memperhatikan pemuda yang selama ini rela membantu pemerintah daerah mengamankan ibukota kabupaten Deiyai.
Dia juga mengajak agar seluruh pimpinan OPD dan staf harus masuk kantor, membiasakan diri kerja dari kantor sehingga semuanya berjalan dengan baik.
“Deiyai sudah 6 bulan orang sudah tidak minum minuman keras dan jauh dari segala jenis perjudian sehingga semua komponen masyarakat bebas melakukan aktivitas dan tidak ada yang ditakutkan di waghete. Saya mengajak agar semua semua ASN masuk kantor, ada tugas atau tidak yang penting kita aktif berkantor,” hal tersebut dikatakan Bruno Mote yang juga sebagai anak adat yang peduli dengan pembangunan di deiyai.
Ketua DPRD Deiyai Petrus Badokapa, S.Th, M.Th menyampaikan terima kasih kepada keluarga marga Mote yang memprakarsai untuk memulai pelarangan miras dan segala jenis perjudian sehingga daerah ini aman terkendali.
Soal untuk perda tentang penyakit sosial dan ekonomi orang asli papua, Ketua DPRD Deiyai menyampaikan hal itu sudah digodok dan dibahas bersama anggota Dewan dan mudah-mudahan tahun ini disahkan. Sebelumnya akan dilakukan sosialisasi sehingga mohon dukungan dari masyarakat supaya kegiatan ini berjalan dengan baik.
Pada kesempatan yang sama, Kapolres Deiyai, AKBP Arief Kristanto, S.IK, menyampaikan terima kasih kepada para Kepala Kampung dan tokoh-tokoh yang hadir membantu aparat Polri karena aparat kepolisian juga menginginkan wilayah Deiyai ini aman dan kondusif.
“Tidak ada kejadian yang menyusahkan masyarakat, itu harapan kita semua, tidak bisa dibebankan kepada TNI/POLRI saja, kita semua berpartisipasi karena jumlah personil yang terbatas sehingga hal-hal yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat kita saling ingatkan sama-sama. Kalau warga yang kurang disiplin, kurang tertib, kurang teratur yang nantinya bisa berpotensi mengganggu keamanan, ketertiban dan kenyamanan hidup masyarakat, kita saling mengingatkan agar kedepan masyarakat hidup lebih baik, lebih aman dan lebih kondusif,” pungkas Kapolres.
[Nabire.Net]


Leave a Reply