INFO PAPUA
Home » Blog » Intelektual Muda Siriwo Ingatkan Pemkab Paniai Prioritaskan Infrastruktur Jalan Daripada Tower Telekomunikasi

Intelektual Muda Siriwo Ingatkan Pemkab Paniai Prioritaskan Infrastruktur Jalan Daripada Tower Telekomunikasi

Intelektual Muda Siriwo Ingatkan Pemkab Paniai Prioritaskan Infrastruktur Jalan Daripada Tower Telekomunikasi
(Intelektual Muda Siriwo Ingatkan Pemkab Paniai Prioritaskan Infrastruktur Jalan Daripada Tower Telekomunikasi)

Paniai, Intelektual Muda Siriwo, Demmi Misasaibo Obaipa, menolak pembangunan tower telekomunikasi tanpa ijin masyarakat, serta meminta pemerintah wujudkan aspirasi infrastruktur pembangunan jalan.

Hal itu dikatakan Demmi kepada Nabire.Net, Jumat (24/06/2022).

Dikatakan, pemerintah kabupaten Paniai merencanakan pembangunan jaringan tower telekomunikasi tanpa ada survei dan tidak ada perijinan dari masyarakat untuk hak ulayat.

Oleh karena itu, ia beserta masyarakat setempat, menolak tegas pembangunan tower telekomunikasi tanpa survei dan ijin tersebut,.

“Tower jaringan tahun 2022 itu, saya sebagai Intelektual Muda Distrik Siriwo kabupaten Paniai tolak 100%, karena kehadirannya tidak semua masyarakat kecil akan nikmati, melainkan yang akan nikmati bagi segelintir orang yang tahu menggunakan telepon dan internet saja. Saya sebagai intelektual memahami bahwa kehadiran jaringan tersebut sangat tidak dibutuhkan masyarakat setempat, oleh karena itu kami seluruh masyarakat Distrik Siriwo, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua sangat tidak setuju dengan hal itu,” kata Demmi Obaipa.

Lebih lanjut ia mengatakan, jika pemerintah mau merencanakan pembangunan infrastruktur, semestinya pemerintah prioritaskan pembangunan jalan darat yang sedang tersendat di kampung, tepatnya di Widomani/Gepidimi, Distrik Siriwo.

“Saya sebagai intelektual yang disapa Misasaibo menganggap bahwa jika pemerintah mau hadirkan pembangunan insfratruktur bahkan pembangunan non fisik, kami minta dengan hormat kepada pemda paniai untuk lebih mengutamakan pembangunan jalan di kampung, karena hal itu lebih dinikmati oleh semua masyarakat, sehingga pembangunan dan pemerataan ekonomi bisa berkembang,” harapnya.

Demmi Misasaibo Obaipa juga menolak rencana menghadirkan polsek dan koramil di Distrik Siriwo kabupaten Paniai. Menurutnya, masyarakat sudah hidup tenang dan aman.

“Sebagai intelektual muda, kepada seluruh masyarakat Distrik Siriwo yang ada di 12 kampung, jangan berikan tempat atau mengizinkan tempat atau bebaskan lokasi tanah untuk bangun jaringan tower telekomunikasi. Saya juga ingatkan kepada pemda Paniai kalau mau bangun, bangunlah infrastruktur fisik. Jika periode sebelumnya Bupati Hengky Kayame, SH.,MH., memotong pita pembongkaran jalan mulai dari Aibore KM 117 Wilayah Administrasi Pemerintahan Kabupaten Nabire itu, kepemimpinanya Bupati Meky Nawipa dan Oktopianus Gobai, S.Ip habya merenovasi jalan tersebut,” lanjutnya.

Lanjut Demi, ia menyatakan bahwa selaku Ketua Tim Pemenangan Meki Nawipa-Oktopianus Gobai, dan tim pemenang mahasiswa Piyaiye, saya pernah mengamankan sebanyak 3.941 suara dari Distrik Siriwo tanpa imbalan apa-apa.

Kemudian sebelum pemilihan dan sesudah pemilihan, saya bertemu dengan Bupati tahun 2019, dan saya sampaikan ada 3 poin yang sampai saat ini belum direspon, yaitu sebagai berikut :

  1. Merenovasi pembangunan jalan darat mulai dari Aibore tembus Distrik Siriwo, tembus juga Distrik Bayabiru, tembus lagi Distrik Bogobaida dan Distrik Youtadi sambungnya Jalan Trans Paniai Intan Jaya, karena jalan darat lebih alternatif atau singkat kalau lewat Distrik Siriwo menuju Paniai.

  2. Sesuai dengan bahasa Bupati 216 Kampung se-kabupaten Paniai akan ada pengangkatan jatah kampung untuk 216 CPNS/ASN Kabupaten Paniai, lalu saya pernah ingatkan namun tidak diindahkan hal itu juga.

  3. Asrama Mahasiswa Piyaiyita Besar di Kota Study Jayapura, menginap 5 Distrik di antarnya, Distrik Siriwo KM 100 Kabupaten Nabire, Distrik Siriwo Kabupaten Paniai Distrik Bayabiru, Distrik Bogobaida dan Distrik Youtadi sesuai Rumpun Teritorial Wadah

“Saya masih ingat Bahwa, setelah saya menyuarakan ketiga poin itu, Bupati pernah sampaikan bahwa di tahun 2020 ia akan membangun jembatan permanen Kali Bedu Siriwo, tepatnya di KM 117 menuju Distrik Siriwo, jalan Trans menuju Paniai, jalan penghubung antar Distrik,” lanjutnya.

Sesuai dengan pembahasan perubahan anggaran dan pembangunan program melalui Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Paniai tahun 2020 tahun lalu, sesuai dengan penyusunan dokumen, hasil pembahasan yang sudah tercantum nomor 13 bahwa akan prioritaskan pembangunan infrastruktur jalan darat penghubung antar Distrik, yang sudah masuk Distrik Siriwo, Distrik Bayabiru, Distrik Bogobaida dan Distrik Youtadi, namun hingga hari ini Pemerintah Kabupaten Paniai periode 2018-2023 selama empat tahun kepemimpinan belum pernah realisasikan dan belum pernah ada perhatian kepada Distrik yang memenangkan mereka, sehingga kami meminta untuk memperhatikan hal tersebut dalam sisa satu setengah tahun kedepan jabatan Bupati dan Wakil Bupati.

“Kami menilai pemerataan dalam pembagian tenaga Guru dan tenaga Kesehatan tahun 2020 dan 2021 tenaga Pengajar (Guru) (Medis) Kontrak yang Bupati bagikan itu pun bagikan kuotanya hanya dapat di seputaran kota bukannya di bagian Distrik serta Kampung-Kampung yang benar-benar merindukan pelayanan Guru Pengajar dan Pelayanan Rumah Sakit yang sampai hari ini ada hanya Gedung-Gedung. Daerah Sasaran yang harus diperhatikan oleh Bupati salah sasaran besar dalam pembagian Tenaga Guru Kontrak dengan Tenaga Medis untuk mendapatkan pelayanan yang harus didapatkan oleh masyarakat yang benar-benar dapat. Dan saya bersuara untuk kepentingan banyak orang pemilik 3.941 suara dari Distrik Siriwo kepada Bupati dan Wakil Bupati Meki Nawipa-Oktopianus Gobai,” tutupnya.

[Nabire.Net]


Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.