“Menjadi Pemilih Cerdas”

Dogiyai – Tiga hari lagi di Indonesia termasuk Kabupaten Dogiyai akan diadakan pesta demokrasi Pemilihan Umum untuk Caleg maupun Pilpres. Setelah disuguhi dgn janji-janji manis dalam masa kampanye kemarin dilapangan Theo Makai Moanemani & Gerardus Tigi Bomomani, saat ini masyarakat memasuki masa tenang.

Kiranya di masa tenang ini, para pemilih bisa menenangkan diri & merefleksikan pilihannya nanti. Perlu disadari bahwa pilihan kita nanti akan membawa dampak 5 tahun ke depan di wilayah kamuu & Mapiha. Utk itu dibutuhkan kecerdasan dalam menentukan pilihan terhadap 16 Partai Politik.

Bagaimana cara orang bijak menentukan pilihannya ? Ada beberapa prinsip yang harus dipegang oleh kita semua, Pertama, tidak membatasi pilihan pada calon legislatif yang semarga, sekampung, sedistrik & lainnya.

Jadi, memilih wakil rakyat atau pemimpin state tanpa harus melihat kampung, distrik, agama & partainya, tua atau muda, pria atau wanita. Yang penting calon itu haruslah berjuang demi kebaikan bersama, menjaga nilai-nilai. Inilah prinsip pertama yang harus menjadi pegangan bagi orang bijak dalam menentukan pilihannya.

Sejalan dengan prinsip diatas, lahirlah prinsip kedua, yaitu berusaha mengenal pilihan. Sistem Pemilu saat ini hanya membantu orang untuk tahu pilihannya, namun masih sebatas nama ataupun identitas. Sistem ini belum menjamin orang untuk mengenal siapa yang dipilih. Karena itu, kebanyakan orang memilih hanya terpusat pada nama, wajah ganteng atau cantik, marga, kampung, distrik, agama, usia.

Dalam konteks Pemilu 2019 ini, waspadalah terhadap calon legislatif & pemimpin palsu yang datang dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buah-nyalah kamu akan mengenal mereka.

Bukankah selama masa kampanye para calon pemimpin itu mendatangi rakyat seperti malaikat penolong, menawarkan janji manis. Ada meme bagus untuk hal ini: ketika kampanye calon pemimpin datang menjadi manusia paling baik tapi setelah jadi pemimpin , mereka menjadi lupa diri, lupa janji politiknya dengan menyembunyikan diri di kota. Karena itu, waspadalah. Jangan mudah tertipu oleh penampilan saat kampanye. Karena itu, selain tahu wajah & identitasnya, kita juga harus memperhatikan “buah” yg telah dihasilkan calon kita ini.

Namun, berkaitan dengan buah ini, ada yamg harus kita perhatikan. Memang buah itu selalu diidentikkan dgn manfaat. Jadi, di sini ada asas manfaat. Berkaitan dgn asas manfaat ini ada hal yang harus diubah dalam mental kita. Memanfaatkan momen Pemilu ini, org bijak diajak untuk berpikir global, yaitu demi kepentingan bersama, & untuk jangka panjang, yaitu selama lima tahun ke depan, bahkan seterusnya.

Pola pikir sempit yang hanya melihat “kebaikan” instan, harus diganti. Orang bijak memakai metode : mengenal pohon dari buahnya. Bagaimana caranya ? Orang bijak, pertama-tama akan membedakan antara janji-janji “buah”. Janji itu bukanlah buah. Dalam dunia tumbuhan, janji dapat disamakan dengan bunga. Memang buah berasal dari bunga. Dan bunga itu selalu indah. Demikian pula dengan janji yang selalu dilontarkan calon peserta Pemilu nanti. Janji itu selalu indah, sehingga membuat org terbuai. Tapi musti diingat bahwa bunga bukanlah buah & tak selamanya bunga itu menjadi buah. Maka, sekalipun pohon itu berbunga lebat & indah, tapi bila tidak menghasilkan buah, pohon itu tidak baik.

Buah adalah hasil dari pohon yang selalu ditunggu orang. Tentulah, penilaian atas pohon baik atau tidak, bukan dilihat dari awal penanaman pohon. Artinya, ketika kita menanam sebuah pohon, kita tak bisa langsung mengatakan bahwa pohon ini baik. Sebuah pohon dikatakan baik karena dia pernah menghasilkan buah yang baik. Dan cap “baik” ini akan terus mengiringinya dengan buah-buah yg selalu dihasilkannya.

Maka, utk benar-benar mengenal pilihan yang akan mewakili daerah kelak, tak cukup hanya mengandalkan janji manis. Jangan hanya melihat apa yg sudah dilakukan saat ini untuk segelintir orang saja. Kita perlu rekam jejak mereka lalu dikaitkan dengan janjinya. Apakah janji yang diucapkannya sudah sejalan dengan hidupnya selama ini.

Demikianlah catatan mengenai ‘Menjadi Pemilih Cerdas’ dalam menghadapi Pemilu 2019 yang akan dilaksanakan pada hari rabu, 17 April nanti.

Karena itu, berusahalah mengenal pilihan anda. Jangan terbuai dengan janji manis yang diberikan. Jangan pula berpikir sempit, hanya melihat kepentingan kelompok dan kepentingan sesaat. Nasib daerah ini ada di tangan anda. Semoga anda dapat memilih pemimpin yang benar, apapun latar kampung, distrik, sosial, agama dan sukunya. Jangan lupa ke TPS pada hari rabu, 17 April 2019. Selamat memilih, Koha Witokai!!!

Penulis : Andy Gobay, Ketua KPU Kabupaten Dogiyai

[Nabire.Net]


Silahkan Komentar

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

[+] monkey emoticons by andreasandre Modified from nartzco source code.