Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalibobo Nabire, digeruduk ratusan pegawai Puskesmas, kamis kemarin (23/07). Para pegawai Puskesmas tersebut menuntut pemerintah kabupaten Nabire dalam hal ini Dinas Kesehatan kabupaten Nabire untuk berlaku adil dalam memberikan tunjangan insentif.
“Kedatangan kita ke sini untuk mempertanyakan soal tunjangan insentif kami yang hanya 250 ribu, sedangkan tim medis dan dokter menerima 1 juta 250 ribu,” tutur salah seorang pegawai Puskesmas, Hera.
Menurutnya, kebijakan pemerintah terkait tunjangan tidak merata, hingga selalu menjadi kecemburuan sosial.
Ditambahkan Hera, di Puskesmas, yang bekerja bukan hanya dokter saja, tetapi semua bekerja juga, jadi dirinya berharap ada keadilan dalam setaip kebijakan dari pemerintah terkait insentif ini.
Rombongan pendemo diterima oleh dua orang anggota DPRD Nabire yaitu Hendrik Andoi dan Ibu Jabal Nur.
Setelah dijanjikan akan diadakan pertemuan membahas masalah ini antara DPRD dengan Dinas Kesehatan Nabire, dan hasilnya akan diinformasikan hari jumat ini, para pendemo mulai meninggalkan kantor DPRD Nabire dengan tertib.
Seperti diketahui akibat menuntut insentif tersebut, sudah 2 hari ini beberapa Puskesmas di Nabire tidak beroperas akibat mogoknya para Pegawai Puskesmas.
Tinggalkan Komentar