News & Info
Home » Blog » TNPB Ancam Kerahkan Pasukan Jika Indonesia Tak Buka Ruang Demokrasi Di papua

TNPB Ancam Kerahkan Pasukan Jika Indonesia Tak Buka Ruang Demokrasi Di papua

1

Panglima Tentara Nasional Papua Barat (TNPB) wilayah II Saireri Fernando Worabai mengungkapkan kekesalannya terhadap sikap TNI/Polri, yang membubarkan paksa masyarakat, yang hendak melakukan penjemputan terhadap aktifis HAM sekaligus ‘Menkopolhukam Papua’. Bahkan mengancam, akan mengerahkan Tentara Nasional Papua Barat bila tak juga membuka ruang demokrasi di Yapen.

“ Saya dengan tegas menyatakan, tidak menerima perlakukan NKRI dalam hal ini TNI dan Polri yang telah menutup ruang demokrasi rakyat Papua, serta melakukan tindakan pembubaran paksa terhadap masyarakat yang akan melakukan acara penjemputan Menkopolhukam Papua Bapak Frans Kapissa” tandasnya kepada Bintang Papua Rabu 2 Oktober  di tengah-tengah kegiatan Latihan Akbar gabungan tentara pasukan Kodam Istimewa wilayah Teluk Cenderawasih yang bertempat di Markas TPN-OPM Yapen.

Dikatakan Worabai, Latihan yang digelar dan dihadiri 1335 personil tentara  Papua Barat tersebut merupakan salah satu agenda dari beberapa agenda lainnya yang tengah di susun oleh pemerintahan Transisi NFRPB serta jajaran TNPB yang  salah satunya juga membahas  mengenai tertutupnya ruang demokrasi Indonesia dengan Rakyat Papua.

Menurutnya, sebagai Panglima TNPB, dirinya menyikapi dengan tegas, tindakan arogan pihak pemerintah dan jajaran keamanan, sehingga  untuk langkah-langkah selanjutnya,  jajaran kepemimpinannya yang berjuang untuk kemerdekaan Rakyat Papua dengan cara damai,   tidak menutup kemungkinan menggunakan tentara untuk melakukan tindakan keras,  dengan mengerahkan pasukan jika sewaktu-waktu masyarakat di tindas oleh pihak keamaman, dalam hal ini TNI/ Polri.

“Sebagai pemimpin Garis keras yang ada di Kabupaten Kepuluan Yapen, saya pun tidak akan tinggal diam jika suatu saat rakyat Papua di tindas oleh TNI/Polri, karena dengan tegas saya akan melakukan tindakan keras dengan mengerahkan pasukan saya untuk mengantisipasi hal tersebut, “tegasnya.

Sementara itu Markus Yenu selaku Gubernur wilayah III Domberai pada kesempatan yang sama mengungkapkan, keberadaannya di tengah-tengah markas besar pasukan TNPB, yakni untuk memantau keberadaan pasukan yang di pimpin oleh Fernando Worabai, di mana pasukan tersebut merupakan unsur kelengkapan dari suatu negara.

“Tentara yang sedang melakukan pelatihan ini merupakan unsur kelengkapan Bernegara, karena pada dasarnya rakyat Papua ini kan ingin bernegara yang nantinya kedepan juga kekuatan ini akan di pergunakan untuk di kerahkan apabila pemerintah khususnya TNI/Polri tidak membuka ruang Demokrasi bagi Rakyat Papua, “ ungkapnya.

Lebih lanjut di katakan Markus Yenu, selama ini Rakyat Papua menghargai NKRI, namun selama 50 tahun bersama NKRI justru Rakyat Papua diperlakukan secara tidak manusiawi, seperti pelanggaran HAM dan tindakan penindasan, bahkan pembunuhan sehingga sudah saatnya Indonesia membuka ruang demokrasi dengan seluruh Rakyat Papua.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.