Terkait Keterlambatan Staf PKM Samabusa, Kapus : Sa Tidak Perlu Dengan Kadinkes, Sa Yang Punya Nabire

Nabire – Masih terkait polemik keterlambatan staf Puskesmas Samabusa Nabire yang dikeluhkan warga, Kepala Puskesmas Nabire, Lukas Hawar, S.KM, kembali angkat bicara.
Sebelumnya, Lukas yang dimintai keterangan Nabire.Net, senin siang (06/01), mengatakan bahwa ini baru hari pertama semua aktivitas kantor beroperasi, sehingga ia mohon pengertian.
(Baca Juga : Terkait Keterlambatan Staf PKM Samabusa, Kapus : “Ada Urusan Apa Mau Atur PKM”)
“Kepala Puskesmas dan bendahara ada urusan di Kantor Dinas Kesehatan, dan ini baru hari pertama semua aktivitas dan kantor buka, mohon pengertian”, kata Lukas.
Saat dimintai keterangan apakah keterlambatan ini tidak akan terjadi lagi selanjutnya, Lukas menegaskan bahwa dirinya akan menutup Puskesmas.
“Terima kasih, sa tutup Puskesmas ka, sa juga mau pulang kampung jadi”, lanjutnya.
Saat ditanya maksud dari pernyataan tersebut, Kepala Puskesmas Samabusa, Lukas Hawar menegaskan, “Ko ada urusan apa mau atur PKM, ini kan hari pertama tugas bisa jalan, banyak stafku masih libur”.
“Maaf e, ko tidak tau operasional PKM Samabusa. Mutu pelayanan bisa berjalan baik itu karena upaya dengan berbagai cara, harap jangan ikut campur nanti pelayanan kacau masyarakat korban”, tutup Kapus Samabusa.
Pada senin malam, Lukas Hawar kembali mengirimkan pesan kepada Nabire.Net. Ia menegaskan bahwa jika ingin memberikan saran kepada Puskesmas, bisa melalui kotak saran dan usul.
“Kalau mau kasih saran atau usul di PKM, ada kotak saran, sebab saya urus PKM dari nol baru jadi Penilaian Akreditasi Madya dari Kementrian RI, jadi jgn main dengan saya, di Dinas Kesehatan saya senior dalam tugas”, kata Lukas.
Ditegaskan, masyarakat harus bersyukur dan berterima kasih, karena Puskesmas Samabusa sudah menjadi Madya, artinya jadi puskesmas perawatan dan percontohan.
“Puskesmas itu mulai dari nol untuk perbaiki mutu pelayanan, masyarakat hasis (red:harus) bersyukur dan berterima kasih,karena sudah menjadi Madya. Artinya jadi puskesmas perawatan dan percontohan. Baru kamu mau puskesmas kembali lagi jadi Pustu ka”, lanjutnya.
“Hehehe, ko dari mana datang kerja di Nabire, sa ini anak asli dari Nabire, saya menjadi tuan di negeri saya sendiri, adalah hak saya, sial ko”, katanya.
“Sa marah. Sa tidak perlu. Sa ini 4 tahun lagi sudah pensiun, jadi ko jangan main saya, sa urus puskesmas dengan tidak ada biaya dari Pemerintah daerah, hanya karena ada BOK. Sa itu tidak perlu dengan kepala dinas kesehatan,dia mau kasih berhenti saya ka,pecat saya ka tdk perlu, sa anak yg punya Nabire, mengerti, E goblok ko sebenarnya ko mau apa,anak kecil masih hijau”, tulis Kepala Puskesmas Samabusa Nabire, Lukas Hawar, S.KM, kepada Nabire.Net, senin malam (06/01).
Nabire.Net sendiri telah meneruskan informasi tersebut kepada Kepala Dinas Kesehatan Nabire dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, namun hingga berita ini diturunkan, keduanya belum memberikan tanggapan.
Seperti diketahui, warga Samabusa mengeluhkan pelayanan Puskesmas Samabusa di hari pertama operasional tahun 2020.
(Baca Juga : Warga Yang Mau Berobat Keluhkan Staf Puskesmas Samabusa Yang Terlambat)
Seperti disampaikan Yanto, warga Samabusa, kepada Nabire.Net, senin (06/01). Yanto mengatakan, jika mengacu pada jam kerja kantor maka seharusnya mereka sudah datang jam 08.00 Wit, dan membuka pelayanan.
Namun hari ini (06/01), warga terpaksa harus menunggu sampai jam 9 pagi baru staf Puskesmas datang. Malah menurut Yanto, Staf Apotiknya baru datang jam 09.45 Wit.
“Staf Puskesmas baru datang jam 9 pagi, itu pun baru 5 orang yang hadir, sedangkan bagian apotek justru belum datang dan baru muncul jam 9.45 pagi,”, katanya.
Padahal menurut Yanto, warga yang ingin berobat sudah cukup banyak sejak pagi hari, dan terpaksa harus menunggu karena warga membutuhkan pengobatan.
[Nabire.Net]


dian stefanus
inilah model kapus yang harus segera di pecat dan dipenjarakan…!!!!!