Akibat persoalan finansial yang mendera tim kebangggan kota Nabire, hasil akhir yang dipetik Benny Erari dan kawan-kawan di tahun 2013 ini pun tanpa hasil. Persinab gagal melaju ke kompetisi divisi utama, setelah harus kandas di penyisihan 24 besar putaran ke 2 Divisi I Liga Amatir Indonesia grup XVI.
Salah satu mantan pemain Persinab Nabire, Ucok Mandosir mengatakan, hasil kurang bagus pada tahun ini perlu dievaluasi kembali. Sebab, kata dia, beberapa pemain mengaku pengalamannya ketika ke Jakarta tidak menyenangkan karena tim ikut kapal laut. Sedangkan kesebelasan dari Papua yang lain ke Jakarta dengan naik pesawat.
Ia belum bisa memastikan alasan, namun kemungkinan besar karena tidak punya cukup dana dalam mengikuti kompetisi di Stadion Lebak Bulus Jakarta.
Gagal ke Divisi Utama, tahun depan Persinab harus bertarung lagi di kompetisi yang sama. Ini sebuah pekerjaan rumah yang cukup berat. “Tahun ini gagal, mudah-mudahan tahun depan kitong bisa berhasil,” ujar Manajer Persinab Nabire, Peter FT Worabay.
Peter juga tak menampik persoalan finansial untuk mengikuti kompetisi di Jakarta. “Dulu juga begitu, selama ikut Divisi II hingga tembus ke Divisi I kita hanya swadaya saja. Saya habis-habisan supaya anak-anak bisa berlaga, bersyukur juga ada kawan dan relasi saya bisa bantu sedikit-sedikit,” tutur mantan anggota DPRD Nabire ini.
Tinggalkan Komentar