INFO NABIRE
Home » Blog » Talk Show Spesial Paskah Bersama Ps.Daniel Alexander di Radio Swameka

Talk Show Spesial Paskah Bersama Ps.Daniel Alexander di Radio Swameka

(Talk Show Spesial Paskah Bersama Ps.Daniel Alexander di Radio Swameka)



Nabire – Dalam kitab Keluaran 12 :1-7 tertulis perintah paskah yang pertama sebagai tanda bulan pertama bagi Israel, saat itu adalah pengorbanan secara nyata yang pertama setelah ribuan tahun sebelumnya Tuhan mengorbankan hewan di taman eden untuk pakaian Adam dan Hawa.

Dalam penjelasan tata cara perayaan paskah itu, satu hal yang penting adalah kita harus berbagi bagi sesama kita yang membutuhkan. Mengoles darah pada ambang pintu adalah lambang tanda supaya murka yang melanda saat itu berlalu melewati rumah dengan tanda darah karena di rumah itu sudah ada yang mati yakni anak domba yang disembelih, dan tanda itu adalah gambaran salib yang merupakan tanda pengorbanan Tuhan Yesus, Anak domba yang kudus yang dikorbankan sebagai penebusan yang sempurna bagi kita yang percaya kepadaNya.

(Baca Juga : Ikuti Talk Show Spesial Paskah Bersama Ps.Daniel Alexander di Radio Swameka)

Tepat tanggal 10 seperti paskah pertama itu, paskah tahun 2020 ini mereka umat Israel pada waktu itu, juga kita saat ini harus berdiam dalam rumah supaya kita menyadari bahwa Tuhan sedang mendidik kita, yang mana lewat adanya pandemik ini aktivitas manusia berhenti sehingga terjadi pemulihan terhadap bumi ini, polusi berkurang, lubang lapisan ozon menutup, maka bumi yang selama ini menderita karena ulah manusia kembali menjadi tenang dan bergembira seperti tertulis di kitab Yesaya 26:20-21. Selain itu penutupan tempat-tempat hiburan malam praktis mengurangi perbuatan dosa dan kejahatan.

Dan pasti murka alam dalam wabah ini akan berlalu apabila kita sebagai penduduknya bertobat dan menyadari bahwa semua ini adalah karena kerakusan dan ketamakan manusia dalam mengeksploitasi alam sehingga bumi menjadi cemar, kotor, rusak dan terpolusi dan semua itu dinubuatkan di Kitab Yesaya 24:4-5.

Bahkan dijelaskan bagaimana cara bumi dirusak oleh manusia yakni karena :

  • Manusia Melanggar undang-undang

  • Manusia mengubah ketetapan alam

  • Mengingkari perjanjian abadi (Dengan Tuhan)

  • Itulah kenapa paskah tahun 2020 ini begitu spesial, bahwa kita harus berdiam, bertobat dan berdamai dengan alam sehingga bencana ini berlalu.

Seringkali kita mendengar khotbah tentang pertobatan namun tidak banyak membawa perubahan bagi hidup kita, namun ketika alam ini ‘berkhotbah’ dengan virus covid19 ini, mau tidak mau kita harus bertobat. Bahkan dimana mana seruan pada Tuhan sedang terjadi saat-saat ini.

“Lihatlah Anak domba Bapa, yang menghapus dosa dunia.” seru Yohanes pembaptis dalam Injil Yohanes 1:29.

Dalam sejarah kerajaan romawi pada jaman Yesus , anak domba adalah sebutan pengacara di pengadilan atau dapat disebut sebagai seorang pembela.

Dan ketika Pilatus mengadili Tuhan Yesus dan tidak menemukan salahNya, akhirnya dia menawarkan anak domba untuk penggantiNya yaitu Barabas, namun ditolak masa yang hadir waktu itu. Dan Tuhan Yesus harus dikorbankan karena Dia itu adalah anak domba yang menyelamatkan bagi umat manusia.

“Karena begitu besar kasih Bapa akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Yohanes 3:16

Namun percuma apabila Jumat Agung kita rayakan hanya karena kita melihat Yesus sebagai Anak Domba yg dikorbankan bagi kita, karena dalam 1 Yohanes 3:16 dikatakan “Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita; jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita.”

Oleh karena itu kita wajib menjadi anak domba bagi sesama kita karena inilah arti Jumat Agung yang sesungguhnya yaitu ketika kita mau menyerahkan nyawa kita bagi orang lain.

[Nabire.Net/Kezia & O’Jun]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.