News & Info
Home » Blog » Tabrakan Truk Dan Motor Di Topo

Tabrakan Truk Dan Motor Di Topo

tabrakan

Sebuah truk pengangkut barang yang beroperasi di jalan Trans Irian, willayah Nabire, Dogiyai, Deiyai dan Paniai, menabrak seorang pengendara kendaraan roda dua bernama Yermias Dumupa di distrik Topo, Kabupaten Nabire, Sabtu (28/12/2013).

Korban menghembuskan nafasnya yang terakhir setelah tiba di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siriwini, Nabire karena kehabisan darah.

Orang tua wali korban, Emanuel Keiya mengatakan truk melaju dengan kecepatan tinggi dan sengaja mengambil badan jalan dari arah berlawanan sehingga korban ditabrak dan terguling masuk kedalam truk sekitar 10 meter.

“Jadi, almarhum ditabrak oleh truk itu. Truk itu mengambil badan jalan bagian kanan pada hal dia harus jalan di bagian kiri,” tutur Keiya dari rumah duka Kota Baru, Nabire, Minggu (29/12-2013).

Lanjut Keiya, “Setelah tabrakan, kami coba bawa sampai di rumah sakit tapi dia kehabisan darah jadi dia hembuskan nafas terakhir di rumas sakit jam 18.00 waktu Papua.”

Sopir truk mengakui kesalahannya dari tempat kejadian. Kata dia, dengan kecepatan yang tinggi ia mengambil badan jalan hingga ke kanan sehingga pengguna kendaraan roda dua hilang kendali untuk menghindari ancaman tabrakan.

Menurut keluarga, korban akan dimakamkan besok, Senin (30/12/2013). Sedangkan penyelesaian masalah akan diselesaikan usai duka.

Berikut adalah kronologis singkat, versi keluarga korban. Tabrakan maut terjadi jam 16.00 WIB di distrik Topo. Saat korban mengendarai kendaraan roda dua dari Dogiyai dengan tujuan ke Nabire.

Dari Dogiyai, korban ke Nabire seorang diri. Sesampai di tempat kejadian, dari arah yang berlawanan, truk muncul dengan kecepatan tinggi dan menabrak korban. Truk pengangkut barang tersebut mengambil badan jalan hingga pengendara motor hilang kendali untuk menghindari ancaman nyawanya sehingga terjadi tabrakan hingga pengendara motor tergeser masuk ke dalam badan truk sekitar 10 meter. Korban mengalami pendarahan hebat, kakinya patah serta punggung dan beberapa bagian anggota tubuh lainnya pun ikat patah. Akhirnya, korban menghembuskan nafas terakhir di RSUD Siriwini, Nabire karena kehabisan darah.

Atas kejadian ini, sekalipun pelaku sudah di tahan di Polres Nabire, media ini  belum mendapat keterangan berupa identitas pelaku serta kronologis dari pihak kepolisian.

(Majalahselangkah.com)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.