Suku Yerisiam Berikan Batas Waktu Kepada Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit Di Nabire
Persoalan investasi kelapa sawit yang membelit di atas tanah ulayat adat masyarakat suku yerisiam, kampung Sima Distrik Yaur kabupaten Nabire yang hingga kini belum juga usai. Mulai dari belum di kompensasikannya ribuan kayu yang di kebas tebang (Land Claring) hingga MoU yang belum dibuat untuk mengatur hak kedua belah pihak (perusahan/pemilik ulayat).
Hal-hal tersebut membuat masyarakat pemilik ulayat SukuYerisiam mengambil sikap tegas, dengan membuat pertemuan adat, yang di pimpin oleh Kepala Suku Besar Yerisiam Kabapaten Nabire (SP.Hanebora) sabtu 12 Desember 2013. Hal-hal dan sikap yang di ambil di pertemuan tersebut antara lain; Pihak perusahan harus membayarkan ribuan kayu yang di kebas tebang sebelum tanggal 15 Desember 2013, dan segera membuat MoU.
Menurut kepala suku yerisiam, Simon Hanebora, mengatakan bahwa; “Kami memberikan batas waktu kepada pihak perusahan perkebunan, kalau sampai tanggal 15 desember 2013 mereka tidak juga menanggapi apa yang diputuskan oleh kami pemilik ulayat, maka kami, Masyarakat adat suku besar yerisiam akan menghentikan aktivitas perusahan tersebut dan menyita seluruh asset perusahan.
Kepala suku yerisiam juga mengatakan bahwa, dia sangat menyesal dengan sikap pemerintah daerah hingga provinsi yang terkesan membiarkan persoalan ini berlarut-larut, dan memunkinkan akan terciptanya konflik yang berbuntut pada jatuhnya korban. Kepala suku juga berpesan kepadakawan-kawan media untuk memantau sikap yang akan dilakukan oleh masyarkat suku yerisiam di tanggal 15 keatas, untuk memberhentikan kegiatan perusahan kelapasawit tersebut. Karena menurut informasi beredar bahwa, pihak perusahan akan mengerahkan aparat Brimob untuk mengamankan perusahan tersebut.
Sekedar informasi, hingga berita ini di turunkan pihak perusahaan belum jiga membuka diri dan menanggapi permintaan pemilik ulayat adat suku besar yerisiam. Ini adalah penciptaan konflik yang sengaja di buat olehpihak perusahan untuk mempropaganda orang papua khususnya Nabire & mencoba men-copy paste kasus Mesuji ke nabire di lahan adat suku yerisiam.
(Sumber : sukuyerisiam.blogspot.com)





Neles
gugat saja tuh perusahaan sawit, bikin hancur hutan nabire saja