News & Info
Home » Blog » Sosialiasi dan Implementasi Kurikulum 2013 Kabupaten se Propinsi Papua di Gelar di Nabire

Sosialiasi dan Implementasi Kurikulum 2013 Kabupaten se Propinsi Papua di Gelar di Nabire

Sosialiasi-kurikulum2013_nabirenet

Dalam proses pembelajaran, kurikulum merupakan salah satu komponen yang sangat penting, selain guru, sarana dan prasarana pendidikan lainnya. Oleh karena itu, kurukulum digunakan sebagai acuan dalam penyelenggaraan pendidikan dan sekaligus sebagai salah satu indicator mutu pendidikan.

Demikian hal itu diungkapkan kepala balai pengembangan pendidikan dinas pendidikan pemuda dan olahraga provinsi Papua, Leonard Banggo jumat (16/8/2013) pada kegiatan sosialiasi dan implementasi kurikulum 2013 kabupaten kota se propinsi papua tahun 2013 di aula dinas pendidikan kabupaten Nabire.

Menurut Leonard, kurikulum 2013 dirancang untuk memperbaiki kompetensi. Dikatakan dalam kurikulum ada empat standar yang diperbaiki. Yaitu standar kompetensi lulusan, standar isi, standar proses, dan standar penilaian atau evaluasi.

Ditambahkan Leonard berbeda dengan kurikulum 2013 pola piker tersebut di ubah. Output ditentukan terlebih dahulu, baru kemudian ditentukan apa saja kompetensi isi dan proses yang dibutuhkan. Karena dari berbagai sumber tentang metodologi, selalu dikatakan bahwa output tidak pernah sejajar dengan proses.

Selain itu, kata Leonard, untuk memaksimalkan potensi guru dalam menyampaikan pelajaran kepada siswa, di kurikulum 2013 guru tidak lagi dibebani untuk membuat Rencana Pelaksana Pembelajaran (RPP) atau silabus. Tugas tersebut diambil alih oleh pemerintah. Pengambilalihan tugas tersebut, kata mendikbud, bukan untuk memotong kreatifitas guru. Karena silabus dirancang pemerintah merupakan satuan minimal yang masih bisa dikembangkan oleh masing-masing guru.

“Banyak perubahan-perubahan mendasar pada kurikulum 2013 ini, misalnya jumlah Mapel SD yang tinggal 6 mata pelajaran, mata pelajaran SMP dari 12 menjadi 10 mata pelajaran. Kemudian mata pelajaran per minggunya untuk SD ditambah 4 jam pembelajaran, dan SMP ditambah 6 jam pelajaran per minggunya,” kata Leonard Banggo.

Sebagai contoh, tambah Leonard banggo, nantinya jam pembelajaran pendidikan Agama, PPKN, Penjas Orkes dan Seni Budaya yang dulunya masing-masing di alokasi 2 jam pelajaran per minggu, nanti berubah menjadi masing-masing mata pelajaran ini menjadi 3 jam pelajaran per minggu. Matematika dan bahasa Indonesia menjadi 5 jam pelajaran per minggu. Dan ada nama mata pelajaran baru yaitu prakarya, nantinya disediakan 4jam per minggu.

Dijelaskan pula bahwa kurikulum 2013 ini, berbasis teknologi informasi, sehingga tidak diperlukan lagi pelajaran TIK, secara khusus. Penguasaan TIK ada pada keseluruhan pembelajaran semua mata pelajaran.

“Kegiatan sosialiasi dan implementasi kurikulum 2013 ini, merupakan langkah awal penerapannya, walaupun di kabupaten bapak-ibu belum termasuk dalam tahap awal penerapan kurikulum 2013, namun dalam penerapannya pada tahun 2014 pasti wilayah kerja bapak dan ibu dapat menerapkannya, demi peningkatan kualitas layanan pendidikan kedepan,” pungkas beliau.

Peserta sosialiasi dan implementasi kurikulum 2013 kabupaten kota se propinsi papua tahun 2013 ini di ikuti oleh peserta dari perwakilan dinas pendidikan kabupaten kota diatranya; Dogiyai, Deiyai, Intan Jaya, Paniai dan kabupaten Nabire sebagai tuan rumah serta berlangsung selama satu hari.

(Arnold.S)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.