Soedeson Tandra: Kunci dari Pembangunan Papua Tengah adalah Kolaborasi!

Nabire, Pembangunan di Papua Tengah terus berjalan pesat pasca pemekaran provinsi baru di Pulau Papua. Terdapat 6 provinsi baru di daerah otonomi khusus Papua yang salah satunya Papua Tengah dengan Nabire sebagai ibukota Provinsi. Namun, pembangunan bukan hanya infrastruktur semata, terdapat berbagai aspek yang juga perlu dibangun agar tercipta Provinsi yang maju dan sejahtera. Salah satu ukuran dari pembangunan ini adalah Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Papua yang baru mencatat skor sebesar 61,9 dilihat dari Badan Pusat Statistik tahun 2022.
Dr. Soedeson Tandra, S.H., M.Hum, Politisi Partai Golkar yang pada Pemilu Serentak nanti mencalonkan diri sebagai Calon Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Papua Tengah turut mengomentari hal ini dengan mengatakan bahwa terdapat aspek non-fisik yang juga perlu dibangun sehingga harus diperhatikan lebih lanjut.
(Baca Juga : Soedeson Tandra: Praktisi Hukum yang Mau Membangun Papua Tengah)
“Tentu dengan semua potensi sumber daya alam dan gerak ekonomi mikro, Papua Tengah memiliki syarat untuk menjadi Provinsi yang maju. Namun hal ini perlu diselaraskan dengan pembangunan non-fisik, seperti peningkatan mutu kemauan bersekolah untuk mendukung pembangunan pendidikan. Sebab, tidak ada negara maju yang tidak mendasarkan pembangunannya pada pendidikan” ujar Dr. Soedeson Tandra, S.H., M.Hum.
Selain mengomentari pentingnya pendidikan untuk pembangunan, Dr. Soedeson Tandra, S.H., M.Hum juga mengingatkan pentingnya kolaborasi antara masyarakat. Menurutnya, kolaborasi adalah kunci dari pembangunan di Papua Tengah.
“Sebagai Provinsi baru, kita harus secara bersama mendukung pembangunan dengan saling bahu membahu serta gotong royong pada setiap pembangunan. Indonesia juga dibangun dengan semangat gotong royong. Jadi kolaborasi adalah kunci dari pembangunan di Papua Tengah” Pungkas politisi Golkar tersebut.
“Bersama Torang Bisa!” ujarnya di sesi akhir dialog kepada tim Nabirenet (15/12).
[Nabire.Net]






Tinggalkan Komentar