INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Polres Dogiyai Sita 15 Pisau dalam Razia Gabungan, Operasi Pengamanan Akan Terus Berlanjut

Polres Dogiyai Sita 15 Pisau dalam Razia Gabungan, Operasi Pengamanan Akan Terus Berlanjut

(Polres Dogiyai Sita 15 Pisau dalam Razia Gabungan, Operasi Pengamanan Akan Terus Berlanjut)
(Polres Dogiyai Sita 15 Pisau dalam Razia Gabungan, Operasi Pengamanan Akan Terus Berlanjut)

Dogiyai, Polres Dogiyai bersama personel BKO Brimob Yon A Polda Papua Barat dan Polda Papua mengintensifkan upaya menjaga keamanan melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Dalam razia senjata tajam yang berlangsung pada Selasa (21/7/2026), aparat berhasil mengamankan 15 bilah pisau dari warga yang tidak dapat menunjukkan alasan sah membawa senjata tajam.

Operasi tersebut berlangsung mulai pukul 15.00 WIT hingga 17.00 WIT di sejumlah titik strategis di wilayah hukum Polres Dogiyai. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan maupun perlawanan dari masyarakat.

Kabag Ops Polres Dogiyai AKP Harsyad S. Rety memimpin langsung kegiatan tersebut. Ia didampingi Kabag SDM IPTU Bambang Triyatwoko, Kasat IK IPTU Jamiludin, Kasat Samapta IPDA Roland D. Masoka, Danton Brimob Papua Barat IPDA Purwito, serta Danton Brimob Papua IPDA M. Saleh.

Operasi melibatkan 20 personel Polres Dogiyai, satu regu Brimob Yon A Polda Papua Barat, dan 10 personel Brimob Polda Papua sebagai bentuk sinergi dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif.

Pemeriksaan Dilakukan di Tiga Titik Strategis

Sebelum turun ke lapangan, seluruh personel mengikuti apel arahan pimpinan pada pukul 15.10 WIT. Setelah itu, tim bergerak menuju tiga lokasi yang dinilai memiliki mobilitas masyarakat cukup tinggi, yakni Pertigaan Kantor Bupati Dogiyai, Pertigaan Puskesmas Moanemani, dan Pertigaan Jalan Masuk Kampung Ekemanida.

Petugas kemudian memeriksa kendaraan roda dua, kendaraan roda empat, serta barang bawaan masyarakat mulai pukul 15.30 WIT. Seluruh proses pemeriksaan berlangsung dengan pendekatan humanis dan tetap mengacu pada standar operasional prosedur (SOP).

Langkah tersebut bertujuan mencegah peredaran maupun penyalahgunaan senjata tajam yang berpotensi memicu tindak kriminal atau mengganggu keamanan masyarakat.

Polisi Amankan 15 Pisau

Dari hasil pemeriksaan, aparat menemukan dan mengamankan 15 buah pisau yang dibawa warga tanpa alasan yang dapat dibenarkan sesuai ketentuan. Temuan tersebut menunjukkan masih adanya masyarakat yang membawa senjata tajam tanpa kepentingan yang sah.

Kabag Ops Polres Dogiyai AKP Harsyad S. Rety menegaskan bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari langkah preventif untuk menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Dogiyai.

“Kegiatan ini upaya preventif kami untuk menjaga stabilitas Kamtibmas di Dogiyai. Fokus kami mencegah peredaran dan penyalahgunaan sajam yang berpotensi menimbulkan tindak pidana,” ujar AKP Harsyad.

Ia menjelaskan, kehadiran personel gabungan di lapangan juga bertujuan memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mengurangi potensi terjadinya tindak kriminal.

Pengawasan Akan Terus Ditingkatkan

Polres Dogiyai menilai temuan belasan senjata tajam dalam razia tersebut menjadi indikator bahwa pengawasan harus terus diperkuat. Oleh sebab itu, jajaran kepolisian akan menjadwalkan razia serupa secara rutin di sejumlah titik yang dianggap rawan.

Selain razia, kepolisian juga berencana meningkatkan patroli dialogis dan kegiatan sambang kepada masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, petugas akan memberikan edukasi mengenai larangan membawa senjata tajam tanpa kepentingan yang sah serta mengajak masyarakat ikut menjaga keamanan lingkungan.

Sinergi antara Polres Dogiyai dan personel Brimob dari Polda Papua Barat maupun Polda Papua juga akan terus dipertahankan sebagai bagian dari strategi menciptakan situasi keamanan yang stabil.

Menjaga Kamtibmas Menjadi Tanggung Jawab Bersama

Keamanan dan ketertiban masyarakat tidak hanya bergantung pada aparat penegak hukum. Partisipasi warga juga memegang peranan penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

Dengan tidak membawa senjata tajam tanpa alasan yang jelas, masyarakat dapat membantu mencegah munculnya konflik maupun tindak kriminal. Kepolisian berharap kesadaran tersebut terus meningkat sehingga berbagai potensi gangguan keamanan dapat ditekan sejak dini.

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup melalui apel konsolidasi di Mako Polres Dogiyai pada pukul 16.45 WIT dan berakhir pukul 17.00 WIT.

AKP Harsyad menegaskan bahwa operasi serupa akan terus dilakukan sebagai bagian dari komitmen Polres Dogiyai menjaga stabilitas keamanan di wilayahnya.

“Dengan kegiatan rutin seperti ini kami berharap dapat menekan potensi kriminalitas dan menjaga Dogiyai tetap aman,” tutup AKP Harsyad.

[Nabire.Net]

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.