Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di beberapa wilayah Kabupaten Puncak Jaya, Papua yang semula terancam batal lantaran tak ada pesawat yang mau melakukan penerbangan ke wilayah itu, dipastikan akan terlaksana.
Kepala Sub Bagian Program Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Puncak Jaya, Agus Fakaubun mengatakan, maskapai penerbangan AMA menyatakan bersedia mendistribusikan soal UN ke Distrik Ilu.
“Kemarin pesawat mau masuk membawa soal UN ke distrik Ilu. Memang pasca penembakan helikopter misionaris oleh orang tak dinekal lalu, tak ada lagi penerbangan yang melayani rute Ibukota Puncak Jaya, Mulia. Kami memang terpaksa harus jalan darat melewati lokasi jalan rusak dengan tingkat gangguan keamanan yang tinggi, tetapi sudah berhasil dilewati. Jalan rusak terparah terdapat di daerah Kalome perbatasan Mulia-Ilu,” kata Agus Fakaubun, Jumat (12/4).
Menurutnya, yang lebih menyulitkan lagi, akses jalan darat Wamena menuju Mulia yang bia menjadi alternativ juga sult dilalui karena alasan keamanan dan kondisi jalan yang rusak.
“Para sopir yang sering melintas juga sudah sebulan terakhir tak lagi masuk. Sekarang Mulia benar-benar seperti daerah terisolir. Kami dari Dinas terus upayakan melobi pihak penerbangan untuk bisa masuk membawa soal UN di Mulia,” ujarnya.
Hanya saja dikatakan, distribusi soal ke Distrik Fawi masih terhambat karena masalah trasportasi. Wilayah tersebut hanya bisa dijangkau dengan pesawat berbadan kecil. Dinas terkait terus mencari solusi guna menghindari hal terburuk.
“Semoga beberapa hari kedepan bisa terlaksana. Namun kami optimis UN berjalan di Puncak Jaya. Total peserta UN di kabupaten Puncak Jaya berjumlah 1.179 siswa. Terdiri dari peserta UN tingkat SMA dan SMK 143 siswa, SMP 276 siswa, SD 418 siswa dan jalur paket 244 siswa,” kata Agus Fakaubun.
Tinggalkan Komentar