News & Info
Home » Blog » Serah Terima Jabatan Di Lingkungan Pemprov Papua

Serah Terima Jabatan Di Lingkungan Pemprov Papua

Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe,SIP.MH secara resmi menunjuk Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Hery Dosinaen sebagai pelaksana tugas sekretaris daerah (Plt Sekda) Papua, menggantikan drh.Constant Karma.

Acara serah terima jabatan yang berlangsung di Aula Sasana Krida kantor Gubernur Papua, Kamis (10/10) dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden 101/M tahun 2013 yang dikeluarkan pada 21 Agustus tentang pemberhentian dan pengangkatan Sekda Papua. Dalam Kepres itu menunjuk Thobias Solossa sebagai Sekda Papua yang baru menggantikan pejabat sebelumnya Constant Karma.

Hanya saja, pelantikan pelaksana tugas tidak dilakukan karena Alm.Thobias Solossa meninggal dunia sebelum dilantik sesuai jadwal tanggal 11 September lalu.

“Jangan punya pikiran lain, karena ini adalah rencana Tuhan. Untuk itu, demi kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi, saya menunjuk Hery Dosinaen untuk menjabat pelaksana tugas Sekda Papua, sambil menunggu proses penunjukan Sekda yang definitif,” kata Gubernur.

Untuk jabatan Sekda definitif, Gubernur akan kembali mengusulkan satu nama lagi mengikuti dua nama yang sebelumnya sudah diusulkan ke Jakarta. Kita berharap sebelum APBD Induk sudah diserahkan pemerintah provinsi sudahh memiliki sekda definitif.

Ditambahkannya, saat ini banyak hal yang perlu dibenahi dalam pemerintahan di Papua, terutama masalah tumpang tindih kewenangan di jajaran para asisten.

“Regenarasi harus terjadi di jajaran pemerintahan, dan di era kepemimpinan saya, saya akan perdayakan generasi muda yang memenuhi syarat untuk menjabat. Untuk itu, saya berharap Plt Sekda yang baru dilantik agar lebih fokus pada tugas dan fungsinya serta memperhatikan masalah,” tukasnya.

Pelaksanaan serahterima tugas ini baru dilaksanakn karena situasi yang tidak memungkinkan, sebab ada beberapa agenda penting yang tidak bisa tinggalkan.

“Saya sebagai Gubrnur Papua mengingatkan kepada saudara Plt Sekda Papua agar senantiasa memegang teguh amanah dan kepercayaan yang diberikan,”tegasnya. Sebagai Sekda harus mampu mengemban tugas dan tanggungjawab sebagaimana mestinya yang memiliki tugas dan kewajiban membantu kepala daerah dalam menyusun kebijakan dan mengkoordinasikan dinas daerah dan lembaga teknis daerah.

”saya minta saudara tetap memperhatikan penekanan-penekanan yang telah saya sampaikan terkait visi misi Gubernur Papua yakni Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera, antara lain, pertama sebagai Plt Sekda Papua,”terangnya.

Sebagai sekda merupakan representasi dari PNS di daerah, dalam hubungan ini harus mampu meminimalisir  kemungkinan terjadinya konflik horizontal yang dapat mengganggu suksesnya penyelenggaraan pemerintahan.

Kedua mengintensifkan koordinasi dan hubungan kerjasama dengan seluruh stakeholder di Papua guna menjamin hubungan kemitraan yang kondusif sehingga penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat khususnay di lingkungan Pemprov Papua dapat berjalan sebagaimana yang diahrapkan.

Hal Ini penting, karena Sekda adalah motor penggerak roda administrasi pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyrakatan, tingkatkan apa yang sudah dikerjakan oleh drh. Constant Karma selama ini, dan fokus pada beberapa agenda penting Pemprov Papua yang telah ditetapkan seperti Papua Tuan Rumah PON 2020, masalah Freeport dan Undang-Undang Otsus Plus yang oleh dirjend Otda telah meminta untuk segera mempresentasikan Undang-Undang ini dibulan Oktober,penyiapan RPJPD, RPJMD dan RTRW Provinsi Papua serta RAPBD Tahun 2014.

“Tugas ini memang berat tapi saya yakin dengan kemampuan yang dimiliki serta dukuungan staff, penjabat sekda dapat melaksanakan tugass ini dengan baik, karena apa yang sedang kita perjuangkan ini untuk kepentingan seluruh masyarakat Papau agar supaya mereka dapat benar-benar menjadi Tuan di negeri sendiri,”pungkasnya.

“Saya atas nama Pemprov Papua dan masyarakat menyampaikan terima kasih kepada Bpk Constant Karma dan ibu Regina Karma atas dedikasi dan loyalitasnya selama ini yang telah diberikand alam pembangunan di Tanah Papua,”terangnya.

Meski tidak menjadi sekda, namun tugas dan tanggungjawab dalam menyelamatkan orang Papua melalui KPA Provinsi Papua masih berat, karena saat ini penderita HIV/AIDS di Papua sangat tinggi bahkan tertinggi di Indonesia,

“ Oleh karena itu, pemikiran beliau sebagai salah satu orang Papua yang telah lama menggelutui masalah ini diharapan agar ke depan dapat menyelematkan orang Papua,”terangnya.

Pada kesempatan yang sama juga dilakukan pelantikan Kepala Dinas Pengelola Teknologi, Informasi dan Komunikasi Provinsi Papua yang dijabat Archipus Kaize menggantikan pejabat lama Kansiana Salle.

Turut hadir dalam acara tersebut, ketua DPR Papua Yunus Wonda, ketua MRP Timotius Murib, Pangdam Cenderawasih Mayjen Christian Zebua, dan Irwasda Papua, Kombes I Gede Sugianyar.

(Sumber : Papuapos)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.