Insiden pengeroyokan yang berbuntut kerusuhan di Manokwari Minggu malam lalu (29/12) sekitar pukul 00.00 WIT, hingga mengakibatkan satu orang tewas dan lima unit bangunan dan beberapa sepeda motor di sekitar Pasar Tingkat Sanggeng terbakar membuat Kapolda Papua Irjen Pol Tito Karnavian kemarin (30/12) langsung turun tangan.
Setelah menyimak masalah yang terjadi, Kapolda Papua Irjen Tito Karnavian menilai aksi arak-arakan jenasah korban La Amin (14 tahun) hari itu ang berujung adanya hadap-hadapan antar keÂlompok warga. Kapolda menilai aksi ratusan kelompok massa yang menimbulkan suasan tegang di Manokwari itu berlangsung spontan.
Untuk itu, Kapolda berharap agar masyarakat tidak terprovokasi dengan isu SARA menyusul kejadian tersebut. Disisi lain, Kapolda meminta agar tidak ada pihak yang memanfaakan peristiwa tersebut untuk mengembangkan isu perpecahan baik suku maupun agama.
Untuk pengamanan ManokÂwari pasca kejadian tersebut, Kapolda mengatakan Polda Papua akan terus membackup Polres Manokwari. Termasuk TNI juga turut membantu untuk menciptakan kondisi keamanan pascainsiden hingga perayaan pergantian tahun nanti malam. Kapolda juga telah memerintahkan Kapolres Manokwari AKBP Ricko Taruna Mauruh, SE, MM untuk menertibkan perdagangan kembang api. Tentunya proses penertiban dilakukan secara persuasif supaya tidak memicu konflik baru di Manokwari.
Terkait peristiwa kebakaran yang menghanguskan beberapa toko di Sanggeng, Kapolda mengingatkan untuk dijadikan pelajaran bagi semua pihak yang ada di Manokwari. “Kebakaran malam itu terjadi akibat kembang api luncur. Kita perlu pertimbangkan agar peristiwa serupa tidak terjadi di malam pergantian tahun,” tandas Kapolda.
Mengenai malam pergantian tahun, Kapolda mengaku akan melakukan penjagaan ketat bersama TNI dan Pemda. Disisi lain, pihaknya meminta semua pihak yang merayakan malam pergantian tahun secara tidak berlebihan. Tujuannya agar tidak memicu konflik.
Seperti diketahui, buntut dari kasus pembunuhan terhaÂdap La Amin (14 tahun) bocah pedagang kaki lima di Pasar Sanggeng, Rabu (29/12), ratusan pedagang nyaris bentrok dengan kelompok warga yang diduga sebagai pelaku yang menganiaya korban hingga tewas. Situasi Kota Manokwari pun mendadak tegang. Ratusan pedagang dari Pasar Sanggeng dan Pasar Wosi berkumpul di halaman Rumah Sakit AL Dr Azhar Zahir. Selanjutnya mengarak jenazah korban dari rumah sakit menuju rumah duka di Jalan Percetakan Negara, Sanggeng, tepatnya di Kompleks Blagor. Setelah diarak sekitar 1 kilometer, jenazah korban lalu disemayamkan di Masjid Al-Islah.
Dalam perjalanan, tepat di depan kompleks Perbankan, sekelompok warga nyaris bentrok dengan massa yang sedang mengarak jenazah. Namun, massa memilih melanjutkan mengarak massa hingga ke Masjid Al-Islah. Situasi di sepanjang Jalan Yos Sudarso mulai tegang. Bahkan sekitar 15 menit jenazah tiba, tersebar informasi ada penyerangan dari kelompok massa dari arah Sanggeng.
Ratusan massa di Jalan Percetakan Negara yang membawa senjata tajam, langsung berlari menuju jalan raya untuk menghadapi serangan tersebut.Situasi pun semakin tegang. Beberapa saat kemudian di depan Toserba Berdikari, massa dari kelompok pedagang menyerang dengan menggunakan kembang api. Namun, polisi cepat tiba dilokasi kejadian, sehingga tidak terjadi bentrok yang besar. Sekitar pukul 23.30 WIT, nampak kepulan asap di depan Pasar Sanggeng. Ternyata, lima unit bangun di pinggir dipinggir jalan terbakar. Antara lain, 1 Aula Anggi Room, 2 warung makan, 2 toko sepatu, 1 kantor notaris dan 1 counter serta depot isi ulang air minum. Beberapa unit sepeda motor yang diparkir didalam toko tersebut hangus terbakar. Kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai miliara rupiah. Tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Bandara Rendani, SAR dan Pemkab Manokwari datang bergantian untuk memadamkan api agar tidak meluas ke pemukiman warga. Saat terjadi kebakaran, satu orang warga yang berada di kerumunan massa bernama Siwa Maryen ditusuk dengan menggunakan benda tajam yang mengenai pinggang.
Warga Kompleks Wirsi itu dikabarkan meninggal duÂnia beberapa saat kemudian. Sebelumnya korban sempat dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis. Situasi pun makin tegang, warga di Kompleks Wirsi langsug berkumpul untuk menuntut balas. Namun aparat keamanan dari Polisi, Brimob dan TNI telah bersiaga disepanjang jalan Yos Sudarso untuk mengantisipasi serangan massa. Beberapa kelompok massa di Sanggeng tetap bersiaga di depan kompleksnya. Sama halnya di kompleks Blagor, massa tetap bersiaga hingga pagi hari. Aparat keamanan dari Polri dan TNI pun tetap berjaga-jaga hingga berita ini diturunkan. Hingga pagi hari tidak terjadi bentrok antara kedua kubu. Hanya saja sekitar pukul 02.30 dini hari, keluarga korban Siwa Maryen hendak mengarak jenasah. Namun aparat keamanan berhasil menghalau, sehingga jenasah korban dibawa ke Kampung Mulyono dengan menggunakan mobil jenasah.
Kamis kemarin (30/12), situasi di jalan-jalan sepanjang kita Manokwari sepi dibanding hari-hari sebelumnya. Pasar Sanggeng dan Pasar Wosi tutup. Termasuk toko disepanjang jalan memilih tutup. Aparat keamanan dari TNI dan Polri nampak berjaga-jaga di sepanjang jalan Yos Sudarso.
Sekitar pukul 11.00 WIT, jenazah korban La Amin dibawah ke Masjid Hidayatullah, ArÂfai, Distrik Manokwari Selatan. Jenasah selanjutnya dimakamkan di pemakaman umum Andai.
Kapolda Papua dan Danrem 171 PVT di Sorong Brigjen TNI Djoko Susilo langsung menuju TPU Andai. Selanjutnya menuju ke rumah duka Siwa Maryen di Kampung Mulyono, Kelurahan Amban, Distrik Manokwari Barat. Hingga sore hari, sebagian warga Manokwari sudah mulai melintas di jalan-jalan. Namun belum seramai dengan aktivitas hari-hari sebelumnya.
Polisi harus menangkap ke dua pelaku baik yang melakukan keributan pertama kali di pasar sanggeng dan juga pelaku penusukan terhadap siwa Maryen dan di hukum mati/seumur hiup karena mereka telah menghilangkan nyawa orang yang tidak bersalah sehingga di kemudian hari tidak terjadi kasus seperti ini lagi.
samuel wamaer
Polisi harus menangkap ke dua pelaku baik yang melakukan keributan pertama kali di pasar sanggeng dan juga pelaku penusukan terhadap siwa Maryen dan di hukum mati/seumur hiup karena mereka telah menghilangkan nyawa orang yang tidak bersalah sehingga di kemudian hari tidak terjadi kasus seperti ini lagi.