RSUD Biak Kesulitan Mendapat Air Bersih
Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Biak Numfor, Papua mengeluhkan air bersih. Pasalnya, rumah sakit itu masih menggunakan bangunan peninggalan Belanda.
“Kami masih kesulitan mendapat air bersih. Bangunan rumah sakit ini kan peninggalan Belanda,” kata direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Biak Numfor, Papua, dr. Iras BP. Rumbiak saat bertatap muka dengan Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) diruang kerjanya, Rabu (23/10) lalu.
Iras mengaku, kebanyakan pipa air yang dipasang diseantero rumah sakit yang dipimpinnya berada dibawah tanah. Sebagian disemen dengan alas bangunan. Dengan begitu, kerusakan pipa sulit diperbaiki. “Kami sulit memperbaiki pipa-pipa yang rusak. Karena rata-rata berada di bawah tanah,” tuturnya.
Selain listrik, lanjut Iras, pihaknya juga masih mengalami kesulitan dengan instalasi listrik yang ada. Meski demikian, pihaknya sudah berkomitmen untuk membenahinya agar tak larut dalam masalah yang sama. Dia menambahkan, perbaikan rumah sakit tersebut membutuhkan waktu.
Direktur eksekutif Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua, drg. Aloysius Giyai berharap, pembenahan terhadap keluhan yang disampaikan segera diselesaikan. Lantaran, kedepan, RSUD Biak akan menjadi rumah sakit rujukan untuk regional kawasan teluk cenderawasih. “Kalau hendak menjadi rumah sakit rujukan untuk regional kawasan teluk cenderawasih, setidaknya harus menjadi contoh,” harap dia.
(Sumber : Tabloidjubi)





samuel wamaer
Masalah air bersih ini bukan saja terjadi di biak numfor tetapi di seluruh wilayah Republik Indonesia,semoga pemerintah cepat mengambil tindakan untuk di perbaiki.