Renovasi Asrama Mahasiswa Papua Kamasan IV telah memasuki tahap penyiapan areal pengecoran setelah proses pembongkaran gedung lama yang sudah berlangsung sejak akhir bulan Oktober lalu. Adapun peletakan batu pertama pembangunan Asrama Mahasiswa Papua bagi mahasiswa Papua di kota study Bogor tersebut telah dilaksanakan pada Minggu, 3 November 2013 pukul 13.00 WIB.
Proses pembangunan asrama mahasiswa Papua yang baru tersebut direncanakan akan memakan waktu maksimal 6 (enam) bulan. “Insya Allah, jika tidak ada kendala” ujar mandor tukang yang bertanggungjawab di lokasi pembangunan.
“Rencananya, asrama baru nanti dapat menampung 66 orang mahasiswa (33 putri dan 33 putra). Adapun fasilitas yang direncanakan meliputi dua kasur, dua lemari, dua meja belajar dan satu kamar mandi untuk tiap kamar, dengan kapasitas ideal untuk tiap kamar 2 orang” Ujar Ketua Asrama Papua Kamasan IV Bogor, Jack Wenz Pikindu dalam wawancara dengan beliau beberapa waktu lalu.
Jawaban Setelah Perjuangan Panjang
Kondisi asrama Papua di kota study Bogor sebelumnya memang sangat jauh dari kata layak. Dengan tunggakan air pada PDAM Bogor yang mencapai Rp 50 juta, penghuni asrama hanya dapat menikmati air kotor yang kecokelatan dan bau dari sumur bor sedalam 30 meter. Sumur bor ini dibuat dengan biaya patungan para penghuni.
Kaca jendela yang hampir semuanya pecah, ubin marmer rusak parah, genteng bocor, instalasi listrik amburadul dan manajemen asrama yang buruk telah menciptakan image buruk bagi masyarakat terhadap “rumah mahasiswa Papua di Bogor” tersebut.
“Penghuni, mahasiswa dan senior mahasiswa Papua di Bogor memang sudah sejak lama berharap ada renovasi,” ujar Jack.
“Harapannya, asrama baru nanti dilengkapi dengan perangkat pengurus yang baik sehingga manajemen asrama dapat menciptakan situasi yang kondusif bagi proses pendidikan adik-adik mahasiswa,” demikian ujar Kelly Krey, mahasiswa doktoral IPB, dalam suatu diskusi bersama ketua IMAPA Bogor, Vincent Karowa.
Tinggalkan Komentar