Provinsi Papua Berangkatkan 39 Calon Mahasiswa Program ADIK Tahap II
Provinsi Papua telah memberangkatkan sebanyak 39 calon mahasiswa program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) ke lokasi PTN tujuan. Sedang Provinsi Papua Barat, hingga batas akhir pendaftaran ulang penerimaan tahap II 20 September, belum dapat memenuhi kuota yang diberikan. Dari berbagai informasi menyebut jika diantara calon mahasiswa itu, ada yang telah memilih berangkat dengan biaya sendiri ke PTN tujuan.Â
Untuk Provinsi Papua, keberangkatan mereka dilakukan dalam dua penerbangan, masing-masing bertolak dari Bandara Biak dan Bandara Sentani Jayapura. Total keberangkatan, tanggal 19 September 2013 sebanyak 5 calon mahasiswa dan 20 September sebanyak 34 calon mahasiswa.
Perjalanan calon mahasiswa asal Provinsi Papua, atas dukungan dukungan pemerintah daerah kabupaten/ kota, sedang biaya perjalanan calon mahasiswa dari Jayapura dan Biak ke PTN tujuan atas dukungan dari APBD Provinsi Papua.
Menurut Asdep III UP4B Sjaichul Abad, keberangkatan calon mahasiswa penerimaan program ADIK ke 39 PTN itu, untuk memenuhi kuota yang disediakan Dirjen Dikti sebanyak 614 orang. Sebelumnya, akhir Agustus lalu, sebanyak 406 calon mahasiswa sudah melakukan registrasi.
Sedangkan Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat masih menunggu ijin Gubernur. Namun sampai batas akhir tanggal 20 September 2013, Provinsi Papua Barat belum melakukan pemberangkatan Mahasiswa ADIK 2013 tahap II. Beberapa informasi menyebutkan bahwa terdapat calon mahasiswa ADIK dari Kabupaten di wilayah Provinsi Papua Barat yang berangkat dengan biaya sendiri.
Sisa kuota tahap II sebesar 250 orang, mereka terdiri dari 208 orang lulus dan 42 mahasiswa lulus cadangan. Program ADIK 2013 tahap II untuk Provinsi Papua dinyatakan 131 orang lulus dan 25 orang lulus cadangan, total sebanyak 156 orang. Sedangkan untuk Provinsi Papua Barat dinyatakan 77 orang lulus dan 17 orang lulus cadangan, total sebanyak 94 orang.
UP4B masih berupaya berkomunikasi dengan Pemerintah Provinsi Papua dan Papua Barat serta beberapa Pemerintah Kabupaten/ Kota agar bagi mereka yang belum bisa berangkat bisa disertakan dalam waktu secepatnya. UP4B berharap agar semua pihak yang terlibat dan mendukung program ini tetap memiliki komitmen, untuk bersama memajukan pendidikan bagi Putra-Putri Asli Papua.
(Sumber : Up4B)






Tinggalkan Komentar