Para Kepala Suku di Nabire, Selasa pagi tadi (03/12) memalang kantor KPU jalan merdeka Nabire terkait ketidakpuasan akan kinerja KPU Papua, yang dinilai tidak jujur dalam proses seleksi anggota KPU kabupaten Nabire.
Menurut Ketua Tim, Saul Wayoi, pihaknya menuntut KPU Papua agar harus datang ke Nabire untuk menjelaskan perihal 2 orang warga asli Nabire yang sebelumnya sudah lolos 10 besar tiba-tiba dicoret dan namanya digantikan oleh orang lain yang sudah gugur di putaran 20 besar. Padahal kedua orang tersebut sudah memenuhi persyaratan. Namun kedua anak itu digugurkan secara tidak jelas.
“Jika KPU Papua tidak menjelaskan alasan menggugurkan Jimi Nuhwari dan Adi Ayatanoi, maka palang di kantor KPU tersebut tidak akan dibuka da pihak kepala-kepala suku akan menarik kembali semua aset berupa tanah yang ditempati kantor KPU,” tutur Saul.
Ditambahkan Saul, KPU Papua harus bersikap jujur, tidak terlbiat dalam praktek KKN dan memihak kepada satu golongan tertentu. Saul juga menjelaskan, dinamika Pemilu Legislatif sudah bergulir, maka diharapkan kepada para penyelenggara tidak menciptakan kondisi yang meresahkan masyarakat yang audah cerdas dan memahami aturan-aturan yang berlaku di Indonesia.
Tinggalkan Komentar