Kepolisian Resor Mimika, Papua, memulangkan sembilan pendaki asing ke negara asal mereka melalui Denpasar, Bali.
Kasat Reskrim Polres Mimika Ajun Komisaris Aditya Bagus Arjunadi di Timika, Rabu (23/10), mengatakan delapan pendaki asing dipulangkan pada Selasa (22/10) melalui Denpasar, menggunakan pesawat Garuda Indonesia.
Sementara itu, satu pendaki asing lainnya bernama Elena Anezlua, 42, asal Meksiko dipulangkan lebih dahulu pada Senin (21/10), juga melalui Denpasar.
Elena, pendaki perempuan, sempat menjalani perawatan medis di RS Tembagapura karena mengalami infeksi pada kaki. “Mereka semua sudah dipulangkan sejak hari Senin dan Selasa melalui Denpasar,” katanya.
Aditya mengatakan, sembilan pendaki asing tersebut sempat dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Pasalnya, mereka dikabarkan sempat disandera saat mendaki Puncak Cartensz.
Kepada polisi, para pendaki mengaku kehabisan bahan makanan saat berada di kawasan Puncak Cartensz. Bahkan ada beberapa dari mereka jatuh sakit. Saat itulah, mereka mengontak Kementerian Luar Negeri Selandia Baru untuk menginformasikan tentang keberadaan serta kondisi mereka.
Atas informasi tersebut, pihak Kementerian Luar Negeri Selandia Baru selanjutnya menghubungi Kedubes Selandia Baru di Jakarta untuk melakukan tindakan penyelamatan.
Aditya menjelaskan, para pendaki asing tersebut terbagi dalam dua grup. Grup pertama mengantongi surat keterangan jalan dari Dirintelkam Mabes Polri. Sementara surat perjalanan grup lainnya diurus oleh salah satu agen yang hingga kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Para pendaki asing tersebut mengaku tidak pernah melapor jika mereka disandera oleh kelompok tertentu di kawasan Puncak Cartensz. Selain Elena, para pendaki itu adalah Michel Wirth Fragata, 44, Silvan Schenk, 57, Mattias Halzhey, 34, Daniel Myerohoff (keempatnya warga negara Swiss), Reinchard Buscher, 61, (Jerman), Alois Ing Fuchs, 52, (Austria), Matheus van Der Maulen, 59, (Belanda), dan Francesco Rovetta, 41, (Italia).
Tinggalkan Komentar