
Salah satu tokoh Agama di distrik Nabire Barat, Pdt Albert Kegou meminta kepada pihak kepolisian untuk mencari akar permasalahan bentrokan antara Suku Mee dan Suku Dani yang terjadi di jalan Sarera Kampung Bumi Mulia, distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, pada Sabtu (31/1) siang sekitar pukul 11.00 WIT.
“Jangan hanya melihat persoalan pertikaian yang mengakibatkan korban terkena panah, akan tetapi polisi harus mengungkap penyebab kejadiannya, dan itu yang harus diproses,” kata Albert, Senin (2/2).
Ia menjelaskan, kepemilikan tanah yang sebenarnya di Kampung Bumi Mulia, distrik Wanggar, Kabupaten Nabire tersebut adalah Hanok Kayame yang tak lain dari suku Mee. Namun selama ini, pihak dari Salmon Kogoya selalu ingin menguasai tanah tersebut dan diminta untuk tidak melakukan aktifitas di atas tanah yang diklaim miliknya.
“Hanok Kayame memiliki pemilik tanah, mulai dari pelepasan tanah adat sampai memiliki sertifikat, lalu Salmon selalu ingin menguasai tanah tersebut. Nah, setelah Hanok Kayaem menebang pisang lalu ditegur sehingga ia emosi dan memanah Hanok Kayame. Dia melakukan itu karena sudah muak atas apa yang sudah dilakukan selama ini,” katanya.
Albert menyatakan, selama ini pihak Hanok Kayame tak ingin ada permasalahan dengan pihak Salmon Kogoya. Namun, selama ini sering diganggu, meskin sudah diberitahukan bahwa tanah itu bukan milik Salmon. “Jadi, permasalahan ini kami minta kepada aparat keamanan untuk mengungkap dan mencari akar permasalahan itu,” ujarnya.
Sekedar di ketahui, pertikaian yang terjadi di jalan Sarera Kampung Bumi Mulia, distrik Wanggar, Kabupaten Nabire. Diduga hanya gara-gara permasalahan tanah. Akibatnya, Salmon Kogoya dari suku Dani (30 tahun) warga Kampung Bumi Mulia Wanggar Nabire mengalami luka panah di bagian paha kiri.
Sementara Lauris Adii dari suku Mee (25 tahun) warga Kampung Bumi Raya Jalur 2 Malintang Nabar, Kabupaten Nabire mengalami luka panah di bagian paha kiri, yang kini sedang dirawat di RSUD Nabire.
Dimana, awalnya Hanok Kayame hendak memotong pohon pisang di tanah yang menjadi sengketa. Namun korban Salmon Kogoya melarang untuk tidak dilakukan pemotongan hingga terjadi pertengkaran mulut.
Beberapa saat kemudian, Hanok Kayame mengambil panah dan memanah saudara Salmon Kogoya dibagian paha kiri. Saat itu Salmon Kogoya lari dan menyampaikan permalasahan tersebut kepada keluarganya.
Tinggalkan Komentar