Polisi Akhirnya Kirim Pulang 153 Mahasiswa Papua Ke Malang Dan Wilayah Lain Diluar Surabaya
Surabaya – Setelah sempat tegang, akhirnya sebanyak 153 mahasiswa asal Papua yang berada di Asrama Kalasa Papua, Jalan Pemuda, Surabaya, berhasil dieavakuasi aparat kepolisian, Minggu malam (02/12).
Seperti dilansir dari Detikcom, 153 mahasiswa Papua tersebut dievakuasi menggunakan 5 bus, dan terbagi atas 2 kelompok.
Berdasarkan keterangan Kapolrestabes Surabaya Kombes Rudy Setiawan, ke 153 mahasiswa Papua tersebut bukan mahasiswa yang kuliah di Surabaya, sehingga mereka dievakuasi untuk kembali ke daerah tempat mereka kuliah.
Dari 153 mahasiswa, 50 diantaranya berasal dari Malang, dan langsung dikirim pulang menggunakan 1 bus. Sedangkan sisanya 103 orang menggunakan 4 bus lainnya dari Terminal Bungurasih menuju daerah lain di luar Surabaya.
Evakuasi sendiri berjalan lancar walaupun sempat ada ketegangan karena kehadiran ormas di depan Asrama. Sepanjang Jalan Kalasan dan Pacar Keling yang semula diblokade juga kembali dibuka untuk umum.
Sementara di depan asrama mahasiswa Papua, polisi sudah berangsur-angsur meninggalkan lokasi. Tampak beberapa anggota Lintas dan Satpol PP tampak berjaga di depan asrama mahasiswa Papua.
Sebelumnya, Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) di Surabaya menggelar aksi pada hari sabtu (01/12), menuntut Papua Merdeka.
Sebanyak 233 mahasiswa dan warga Papua dibawa ke Mapolrestabes Surabaya. Mereka dijemput dari asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, untuk diperiksa, Minggu (2/12) pukul 01.30 WIB.
Hal ini dilakukan polisi pasca aksi Aliansi Mahasiswa Papua di Surabaya, di Jalan Pemuda, Sabtu (1/12). Mereka diperiksa lebih lanjut terkait aksi menuntut ‘Papua Merdeka’.
Pemindahan mahasiswa ke Mapolrestabes Surabaya tujuannya untuk mengamankan mereka, karena menurut laporan, ada beberapa yang mengganggu ketertiban umum.
Namun 233 mahasiswa Papua itu telah dilepas setelah menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 18 jam, di Mapolrestabes Surabaya. Dari 233 mahasiswa sebanyak kurang lebih 150 telah dievakuasi menuju Malang dan Terminal Bungurasih.
Ratusan mahasiswa Papua di Surabaya merayakan Hari Kemerdekaan Papua Barat di Jalan Pemuda, Sabtu (1/12). Dalam orasinya, mereka menuntut agar rakyat Papua diberi kehendak bebas untuk menentukan nasibnya. Para mahasiswa ini juga sempat membawa atribut Bintang Kejora saat melakukan aksi.
[Nabire.Net]



Leave a Reply