Polda Papua : Pelaku Penembakan TNI Kelompok Goliath Tabuni
Dugaan awal bahwa pelaku penghadangan yang menyebabkan tewasnya dua orang di Distrik Jigonikme, Kabupaten Puncak Jaya adalah kelompok OPM, ternyata tidak meleset. Pasalnya, Polda Papua mengklain bahwa pelaku penembakan anggota TNI dan masyarakat sipil yang terjadi kebun kelapa hutan di Distrik Jigonikme Kabupaten Puncak Jaya, Selasa (25/6) adalah kelompok sipil bersenjata pimpinan Goliath Tabuni.
”Hal ini diketahui setelah GT mengumumkan bahwa dirinya yang menyuruh melakukan penembakan tersebut” Kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol I Gede Sumerta Jaya, Rabu (26/6).
Dengan begini, kata I Gede, dugaan sementara bahwa GT ingin menggagu proses pembangunan dan para pendistribusi bahan makanan ke Puncak Jaya khususnya Distrik Illu. Pasalnya korban Letda Inf I Wayan Sukarta bersama anak buahnya selama ini membantu pemerintah dan juga para pendistribusi bama ke Puncak Jaya.
“Informasinya sikorban ini berperan aktif membantu kelancaran pembangunan di Illu, karena anggotanya dan dia mengamankan jalur pasukan bama masuk ke Puncak Jaya khsusnya di Illu supaya tidak terjadi perampokan dan penghadaan atau mengganggu distribusi pasokan bama,” jelasnya,
Namun dengan kejadian ini, I Gede memastikan, saat ini pasokan bama keaaah Puncak Jaya terhambat. Karena itu satu-satunya jalur darat ke Puncak Jaya yang efektif dan murah dilalui para sopir mengantarkan bama ke dareah tersebut.
“Kejadian ini akan mengakibatkan pembangunan akan terhambat dan kebutuhan masyarakat akan sulit dan perekenomian akan macet dan merugikan masyarakat karena harga-harga akan mahal dan tentunya ini akan menyengsarakan masyarakat,” tukasnya.
Untuk proses penangangan, kata I Gede, anggota Polres setempat sampai saat ini belum bisa untuk olah tkp. Karena anggota dari Puncak Jaya harus ke Sentani atau ke Wamena baru dari sana naik peswat ke Illu.
“harus ke Bandara Illu dulu, baru dari bandara naik mobil ke arah Kabupaten Ttolikara, karena jalannya belum memungkinkan untuk ditempuh dari Puncak Jaya ke TKP. Namun untuk saat ini anggota yang ada disana hanya akan melakukan antisipasi saja,” ujarnya.
Akan tetapi, tegas I Gede, Bapak Kapolda tentunya akan membentuk tim investigasi dari Polda Papua untuk mengungkap dan menangkap pelakunya. “Ya motif sementara hanya itu, mengganggu dan menyengsarakan masyarakat. Nanti kalau tim investigasi sudah mulai bekerja, pasti kita akan bisa tau secara detail,” katanya.
Untuk situasi saat ini, lanjut I Gede, sudah normal karena tkp jauh dari Puncak Jaya cendrung dekat dengan Tolikara. “Jadi disana anggota hanya sifatnya member rasa aman kepada masyarakat saja. Tidak melakukan pengejaran atau penyisiran,” tukasnya.
Sedangkan untuk jenazah korban, kata I Gede, sejak pukul 15.00 WIT, koordinasinya dengan Polres Puncak Jaya, mengatakan bahwa kedua jenasah masaih disemayamkan di Pos Illu, yang nantinya akan dibawa ke Wamena melalui jalu darat. “Namun hingga sore ini belum mendapatkan kabar kalau jenasah sudah di Wamena,” ujarnya.
Sementara itu juga, tambah I Gede, bahwa kondektur sopir yang dikabarkan hilang belum diketahui keberadaannya. “Belum jelas posisinya dimana kami masih berupaya untuk melakukan pencarian. Sementara kedua saksi yang berhasil kabur masih belum bisa dimintai keterangan,” paparnya.
Kependam XVII Cenderawasih Kolonel Inf Jansen Simanjuntak, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menyerahkan kasus ini kepada aparat kepolisian, untuk dilakukan penegakan hukum terhadap apara pelaku yang telah melakukan aksi menghilangkan nyawa orang lain dengan cara sadis.
“Saya kira saat ini kita tertib sipil. Maka Bapak Pangdam pasti akan meminta untuk aparat penegak hukum yaitu kepolisian untuk menangkap pelakunya,” ungkapnya saat dikonfirmasi melalui telepon celulernya.
Jansen menjelaskan, sementara untuk di tempat kejadian, hanya melakukan penyisiran atau mengamankan daerah itu. Namun itu hanya sifatnya untuk mendeteksi atau pengamanan terhadap pos dan masyarakat disekitar lokasi.
Apakah ini adalah kelalaian anggota sendiri ? Jansen menuturkan pihaknya belum bisa pastikan, akan ada investigasi untuk internal, untuk mengungkap kenapa terjadi kejadian itu dan apakah unsure kelalaian dari anggota itu sendiri.
”Panglima pasti akan membentuk invstigas, sehingga jelas kejadian itu kenapa terjadi dan mengharapkan kedepan tidak terjadi hal yang sama terulang,” ujarnya sambil menghimbau
kepada seluruh prajurit untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengantisipasi setiap apa yang akan dihadapi oleh seluruh prajurit di yang bertugas di Papua khususnya di wilayah pegungan.
Sementara untuk jenazah, tambah Jansen, pihaknya akan melakukan evakuasi. “Jenazah saat ini diupayakan melalui jalur darat direncanakan paling dekat di Karubaga. Dan kalau masih bisa lanjut ke Wamena dengan harapan subuh bisa sampai ke wamena dan selanjutnya akan di evakuasi ke Jayapura. Namun kalau tidak bisa jalur darat, kami berharap di Karubaga cuaca baik dan kita akan terbangkan dari sana, itu alternative ke dua,” ujarnya
(Sumber : BintangPapua)



Leave a Reply