Kenaikan gas elpiji 12 kg bukan saja terjadi di Jawa tetapi juga merembet hingga ke Papua. Hal ini dikarenakan jarak angkut tabung dan gas Elpiji yang jauh, dari tanah Jawa ke Papua, sehingga harga menjadi begitu tinggi. Masyarakat terpaksa harus merogoh kocek 300 ribu rupiah untuk mendapatkan sebuah tabung gas elpiji 12 kg padahal, di Indonesia tengah dan barat, misalnya saja di Jawa, gas elpiji 12 kg masih 140 ribu rupiah.
Untuk mengantisipasi hal ini, Pertamina berencana membangun tempat penyimpanan gas elpiji di wilayah Jayapura, Papua. Kepala Distribusi Gas Elpiji Papua, Jefri Afandi mengatakan, hal ini bertujuan menekan harga jual gas elpiji yang masih tinggi di wilayahnya. Ketersediaan gas elpiji di Papua sekarang ini dipasok dari Surabaya.
“Untuk saat ini posisi yang paling ideal adalah dengan mengirimkan dari Surabaya. Karena kami belum punya storage sendiri (untuk wilayah Papua). Nanti kami harapkan beberapa tahun ke depan ada storage di Jayapura. Hanya saja ini masih dalam pembahasan. Kami percaya ini mampu menurunkan harga jual yang ada di Jayapura ini,” ujarnya ketika dihubungi KBR68H melalui sambungan telepon, Senin (1/6).
Ia menambahkan, proses pengiriman dari Surabaya juga memakan waktu panjang. Untuk sekali pengiriman kata dia, minimal dibutuhkan waktu sekira dua minggu. Bahkan kalau kondisi cuaca sedang buruk, pengiriman bisa mencapai sebulan lebih.
Sementera itu, PT Pertamina (Persero) sejak pukul 00.00 WIB hari ini telah memberlakukan harga baru elpiji 12 kg. Dari sebelumnya naik Rp 3.959/kg, menjadi hanya naik Rp 1.000/kg. Pertamina sendiri merelease harga elpiji resmi untuk Region VIIIÂ Sorong Papua Barat yaitu Rp 89.000.
Tinggalkan Komentar