Pengurus wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat menggalang dana bantuan untuk korban musibah kebakaran di Kabupaten Nabire Provinsi Papua. Kebakaran yang menimpa komplek sekolah, panti asuhan, laboratorium serta asrama dan komplek perumahan Muhammadiyah itu menelan kerugian Rp2 miliar. Hal itu dikatakan H. Zainuddin (68) Pengurus Masjid Taqwa Muhammadiyah Sumbar pada Jumat, (22/11/2013) menjelang ibadah Sholat Jumat di Masjid itu.
“Kepada para jamaah Masjid Taqwa Muhammadiyah, kami mohon bantuan infak dan sedekahnya untuk membantu saudara-saudara kita yang tertimpa musibah kebakaran di Papua, untuk itu kami akan menjalankan keranjang bantuan agar saudara-saudara kita itu lebih ringan bebannya,” ujarnya.
Musibah kebakaran yang melanda komplek Muhammadiyah di Nabire itu terjadi pada Agustus 2013 seperti diberitakan disini. Selain menghancurkan bangunan fisik, kebakaran itu juga menghanguskan komputer, buku-buku pelajaran, arsip dan dukumen guru, 2 unit sepeda motor, bahan makanan dan lain-lain, urai Zainudin.
“Semua kerugian akibat kebakaran baik fisik dan nonfisik itu tertera di surat yang dikeluarkan Pimpinan Pusat Muhammadiyah secara rinci,” kata zainuddin.
Menurut Zainudin, organisasi Muhammadiyah adalah satu-satunya organisasi Islam yang aktif di Nabire. Selain karena alasan organisatoris untuk melakukan penggalangan dana ia berpendapat bahwa sudah kewajiban sesama umat islam untuk saling membantu.
“Meskipun surat ini baru sampai pada kami, kami akan bertidak cepat untuk merealisasikannya. Setelah uang jamaah terkumpul nanti, kami juga akan menambahkan dana tersebut dari kas masjid yang khusus untuk bantuan. Setelah itu kami juga akan mengirimnya ke Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sebab semua dana untuk Nabire diatur pengelolaannya di Pusat,” katanya.
Tinggalkan Komentar