Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua telah menetapkan Senin, 6 Oktober 2014 adalah libur fakultatif bagi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dilingkungan pemerintahan Papua dalam rangka Idul Adha 1435 Hijriah.
“Surat edaran gubernur ini berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi Papua No. 283 tahun 2013 tentang hari libur resmi dan cuti bersama di wilayah Provinsi Papua dalam rangka Idul Adha 1435 Hijriah,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokoler Setda Papua, FX Motte kepada wartawan di ruang kerjanya, Jumat (3/10).
Dijelaskan Motte, libur bersama dalam rangka Idul Adha ini dimaksudkan agar umat muslim dapat melaksanakan berbagai kegiatan dan ritual keagamaan dengan baik.
“Pemprov Papua sangat menjunjung tinggi toleransi beragama. Untuk itu, sebagai rasa hormat bagi umat muslim, Senin pekan depan kita liburkan,” katanya.
Motte juga mengingatkan, para Pegawai Negri Sipil (PNS) agar dapat kembali masuk kerja tepat sesuai dengan arahan Gubernur Papua, yakni Selasa (7/10) dan tidak ada tambahan libur lagi.
“Kami tekankan pada PNS agar tidak ada tambahan libur, karena pada Selasa pekan depan akan dilakukan absen dan juga apel pagi, seperti pada hari Senin,” kata Motte.
Pada kesempatan itu, Gubernur Papua, Lukas Enembe melalui Karo Humas juga menghimbau kepada para Pimpinan SKPD dilingkungan Pemprov agar tidak meninggalkan Papua, sebab saat ini pemerintah sedang dalam persiapan pembahasan APBD Induk 2015 dengan pihak DPRP.
“Para pimpinan SKPD diminta untuk tidak meninggalkan Papua, hal ini dikarenakan pemerintah sedang dalam persiapan pembahasan APBD Induk 2015,” katanya.
Menjelang Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Minggu, 5 Oktober 2014, Dinas Peternakan dan Kesehatan Papua, telah menyiapkan dua ribu lebih hewan kurban. Dimana stok tersebut sangat mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Dari waktu ke waktu kita selalu dalam keadaan siap siaga untuk menghadapi hari-hari besar nasional seperti Idul Adha. Untuk kita di Papua, estimasi atau perkiraan untuk hewan kurban sudah sangat tersedia,” kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Papua, Petrus Pasereng.
Menurut Pasereng, dari keseluruhan populasi sapi yang ada di Papua berjumlah 79 ribu lebih, dan semuanya layak untuk di potong. Sementara untuk kambing ada sekitar 35 ribu lebih.
“Yang siap untuk di potong ada sekitar seribu ekor lebih. Jadi masih sangat tersisa banyak sekali dan semuanya cukup tersedia,” katanya.
Tinggalkan Komentar