Pemda 7 Kabupaten Diminta Ikut Perhatikan Fasilitas LP II B Nabire
Pemerintah Daerah 7 Kabupaten diminta agar ikut memerhatikan fasilitas Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II B Nabire, Provinsi Papua.
Ketujuh Kabupaten itu antara lain, Kabupaten Nabire, Kabupaten Dogiyai, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Paniai, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Puncak Jaya dan Kabupaten Puncak.
“LPÂ ini satu-satunya di wilayah Papua yang dapat menampung warga binaan dari 7 Kabupaten. Daya tampung 150 orang dan hingga saat ini ada 134 warga binaan,” kata Kepala Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II B Nabire, Yonathan Ikallorm, SH, Minggu, (20/10/13) kemarin.
“Keamanan dari warga binaan tetap kami jaga dan pelayanan kepada warga binaan tetap kami ke depankan dengan kasih dan damai. Tidak ada perbedaan. Makanya, kami tidak panggil mereka Narapida melainkan kami sebut warga binaan,” tuturnya.
Lanjutnya, “Kami di Lapas Kelas II B Nabire ada punya rencana untuk membangun sejumlah fasilitas, salah satunya adalah lapangan Volly sudah kami bangun dengan dana bantuan dari Bapak Bupati Nabire, Isaias Douw,” katanya.
Selain lapangan volley, kata dia, pihaknya juga punya kerinduan untuk memperlebar Gereja Patmos Lapas Kelas II B Nabire. Karena, kata dia, sudah tidak layak.
“Daya tampung saat ini hanya 80 orang sedangkan setiap kali ibadah jumlah umat mencapai 200 lebih orang yang terdiri dari warga binaan dan keluarga yang membesuk serta petugas lapas Kelas II B Nabire,” tuturnya.
Kata dia, selain pelebaran Gedung Gereja khusus umat Katholik di Lapas ini belum ada Gua Bunda Maria. Untuk itu, kata dia, Kepala Lapas Kelas II B ini memohon kepada 7 Bupati agar meluangkan waktu melihat dari dekat Fasilitas yang ada dan dapat membantu guna membangun tempat ibadah dimaksud.
Ditambahkannya, selain fasilitas kerohanian, Lapas ini juga mempunyai ruangan besuk yang sangat tidak layak, sehingga apabila ada bantuan dari para Bupati maka pihaknya akan memperlebar ruang besuk agar layak.
Perlu diketahui, kata dia, Lembaga Pemasyarakatan merupakan intansi Vertikal dan bukan otonom. Namun, warga binaan yang ada di Lapas ini bukan orang dari luar 7 kabupaten melainkan warga asal 7 kabupaten.
Menyinggung soal Ketrampilan bagi warga binaan, Lapas Kelas II B melakukan sejumlah kegiatan di antaranya, pencucian motor dan mobil, perbengkelan, pertukangan, maupun seni.
Sementara itu salah satu warga binaan yang tak sudi namanya disebutkan menjelaskan, warga binaan sangat salut dan berterima kepada Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Nabire Yonathan Ikallor,SH dan jajarannya. Karena, kata dia, dalam membina warga binaan selalu mengedepankan Bimbingan Rohani dan sangat akrab dengan warga binaan.
(Sumber : Majalah Selangkah)






Tinggalkan Komentar