Panitia Hari Besar Islam (PHBI) melaksanakan shalat Idul Adha yang dipusatkan di Masjid Agung Al Falah pada hari Selasa, 15 Oktober 2013 pukul 07. 00 ( pagi ) WIT. Khatib/Penceramah Shalat Idul Adha, Ustadz Wahab Al Afdi ( Imam Masjid Agung Al Falah ) sekaligus merangkap imam shalat yang dihadiri lebih kurang 800 jamaah.
Sebelum pelaksanaan shalat Pengurus PHBIKabupaten Nabire, H. Aziz Baharuddin mengumumkan jumlah kurbansebanyak 232 terdiri dari 228 sapi dan 4 ekor kambing dari data PKM, yayasan maupun secara perorangan . Dari kurban tersebut sumbangan dari Gubernur Papua sebanyak 5 ekor dan Bupati Kabupaten Nabire 30 ekor.
Di Masjid Agung Al Falah sebanyak 15 ekor sapi dipotong dan dibagikan kepada fakir miskin, anak yatim piatu dan 2 ekor di salurkan ke karadiri 1 dan 2 Distrik Wanggar. Shalat Idul Adha dan Qurban juga dilaksanakan dibeberapa masjid lain yang ada di sekitar Nabire seperti di Masjid Nurul Huda dengan Khatib Drs H Ilmi ( Wakil Ketua PA Nabire )
Ustadz Wahab Al Afdi dalam ceramahnya menyatakan Idul Adha yang biasa disebut Hari Raya Qurban, yang disimbolkan dengan penyembelihan binatang ternak, juga sering disebut dengan Idul Qurban yang berartiHari Raya Pendekatan Diri.
Perintah qurban menurut satu riwayat, berangkat dari kehendak Allah untuk menguji Nabi Ibrahim as, yg dikenal dermawan. Menurut riwayat tersebut,Ibrahim bersedia menyedekahkan apa saja yang dimilikinya, demi mengabdikan diri kepada Allah. Hingga ketika beliau dipuji oleh kaumnya sebagai orang yang suka berderma, maka muncul suatu pernyataan beliau, bahwa jangankah harta benda yang harus pundidermakan. Andaikata aku dikaruniakan seorang anak, lalu dperintahkan kepada aku untuk dikorbankan demi pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, niscaya aku akan melaksanakannya dengan penuh keikhlasan.
Makatatkala Nabi Ibrahim as telah dikarunikan putra yang sangat disayanginya, ketika sedang lucu-lucunya, turunlah perintah Allah agar beliau menyembelih putra kesayangannya itu, yakni Ismail as rupanya sempat ada keraguan pada diri Ibrahim mengenai perintah aneh yang diperolehnya lewat mimpi. Namun setelah yakin bahwa perintah itu nyata dari Allah, akhirnya dilaksanakan dengan mantap dan penuh kepasrahan kepada Allah SWT.
Dengan kepasrahan dan ketulusannya yang sangat besar kepada Yang Maha Kuasa, maka Allah mengabadikan peristiwa tersebut sampai pada umat-umat setelah Ibrahim, termasuk kita umat Islam saat ini. Pengabdian itu dalam bentuk anjuran penyembelihan binatang ternak, sesungguhnya umat Islam diajak untuk merenungkan kembali peristiwa itu. Artinya, kepasrahan kepada Sang Pencipta merupakan sikap yang seharusnya dimiliki oleh setiap umat Islam.
Tinggalkan Komentar