INFO PAPUA
Home » Blog » “Miras Hanya Akan Mendatangkan Kepunahan Bagi OAP”

“Miras Hanya Akan Mendatangkan Kepunahan Bagi OAP”

Jakarta – Budaya mengkonsumsi minuman keras adalah budaya manusia gagal yang tidak sesuai dengan budaya Orang Asli Papiua (OAP). Apapun alasannya, miras sama sekali tidak bermanfaat bahkan dapat membunuh OAP.

Kebiasaan mengkonsumsi minuman keras dengan maksud untuk mengakrabkan pertemanan adalah hal yang keliru yang justru dapat menyiksa diri kita sendiri dan menghilangkan akal sehat.

Dampak miras tentu sangat beragam baik dapat membunuh diri kita sendiri, dan pengaruhnya dapat membuat kita melakukan hal-hal negatif seperti terjerumus kedalam seks bebas, melakukan kriminalitas, hingga dapat mengakibatkan hal fatal saat berkendara dalam pengaruh miras.

Miras tidak mengenal usia dan status, dari pejabat hingga kelas bawah bisa mengkonsumsi barang tersebut. Demikian halnya dengan OAP. Disini perlu ada kesadaran bagi OAP untuk meninggalkan konsumsi miras dan tidak menjadikannya sebagai budaya di Papua.

Kepunahan OAP begitu drastis sebagian besar diakibatkan pengaruh miras. Miras banyak menjadi akar persoalan yang terjadi di Papua, namun belum ada upaya serius dari semua pihak di Papua untuk menghilangkan hal ini termasuk TNI/Polri. Padahal mereka adalah penegak hukum di negara ini.

Oleh karena itu, berangkat dari pribadi kita sendiri, mari kita hilangkan kesenangan sesaat dengan mengkonsumsi miras yang dapat mencelakakan kita OAP hingga menyebabkan kepunahan OAP. OAP perlu berubah dari keangkuhan belaka.

Kita tidak perlu menunggu kebijakan pemerintah untuk pelarangan miras, biarkan hal itu menjadi tanggung jawab moril mereka kepada Tuhan. Kita termotivasi dari diri kita sendiri untuk menjauhi miras demi hidup kita sendiri.

Miras sama sekali tidak mendatangkan keuntungan bagi OAP, hanya merugikan dan menjatuhkan harkat dan martabat orang Papua.

Jika orang luar negeri mengkonsumsi miras sebgai hal yang bisa dan budaya mereka, namun budaya tersebut tidak perlu ditiru oleh OAP.

Masih banyak budaya yang baik yang perlu ditiru dan dikembangkan di Papua khususnya budaya asli Papua sendiri.

*Penulis, Darius Yobee, Mahasiswa Papua Kota Studi Jakarta

[Nabire.Net/Ones.Yobee]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.