Mengenal Lebih Dekat Gerakan Satu Ton Untuk Papua
Sempat dibahas di Nabire.net sebelumnya, yuk kita lihat lebih lengkap kegiatan Satu Ton Untuk Papua (STUP) bersama salah seorang inisiator sekaligus koordinator STUP, Riyanti Teresa Gunadi.
Satu Ton untuk Papua
1 Ton untuk Papua atau yang biasa disingkat STUP merupakan sebuah gerakan sosial yang berawal dari inisiasi mahasiswa FISIP Universitas Padjadjaran.
Lahirnya STUP dilatarbelakangi oleh keprihatinan kurangnya sarana belajar mengajar di salah satu sekolah di Papua yang disorot dalam koran KOMPAS, di mana disebutkan bahwa satu bangku di sekolah tersebut ditempati oleh 3 siswa. Dari sana, muncul keinginan untuk membantu saudara di Papua dalam bentuk barang yang diperlukan. Seiring dengan berjalannya waktu dan pemantapan konsep, akhirnya ditetapkan bahwa kami memiliki visi untuk membantu meningkatkan taraf kehidupan masyarakat Papua yang diwujudkan melalui beberapa program yang akan dijalankan di desa tujuan, yaitu Distrik Samenage, Kabupaten Yahukimo.
Dengan berpegang pada dua pilar utama, yakni pendidikan dan kesehatan, inilah program yang akan diselenggarakan:
PENDIDIKAN
-
Memberikan bantuan berupa 1 paket tas sekolah berisi perlengkapan dasar belajar, seperti buku tulis, pensil, dan lain-lain.
-
Membantu menjadi tenaga pengajar selama tim berada di lokasi
-
Membangun taman bacaan
KESEHATAN
-
Menyediakan obat generik untuk penyakit-penyakit ringan yang biasa dialami warga
-
Memberikan sosialisasi tentang pengetahuan dasar cara hidup sehat
-
Mengadakan pengobatan masal
Beberapa Kegiatan STUP :
Presentasi program STUP di acara AICT, Bandung
Interview di Global Radio
Pencarian Dana Di Gasibu Bandung
Riyanti (kiri) dan Nila Tanzil, dari Taman Bacaan Pelangi
Jika ada pertanyaan, apa tujuan STUP, kami tidak akan memberikan jawaban yang ‘besar’. Kami sadar, kami memiliki beberapa hambatan seperti keterbatasan dana dan waktu mengingat kami masih berstatus mahasiswa. Tapi 1 hal impian kami, agar anak-anak di Distrik Samenage memiliki mimpi. Ketika perwakilan STUP survey ke Papua Januari lalu, ia menceritakan pengalamannya ketika ia mengajak anak-anak Papua menggambar sesuai mimpi mereka. Ternyata mimpi anak-anak tersebut hanya 3: guru, pilot, pastor. Kami berharap kelak anak-anak Papua akan menjadi penerus di berbagai bidang, seperti profesor, dokter, arsitek, dan lain-lain.
Saat ini kami memerlukan bantuan saudara-saudara untuk mendukung kegiatan kami. Kami membuka 2 tipe donasi. Pertama, adalah paket perlengkapan sekolah anak senilai Rp 240.000 yang terdiri perlengkapan sekolah anak, seperti buku tulis, tas sekolah, dan lain-lain. Paket perlengkapan sekolah ini diperuntukkan untuk sekitar 250 anak di Distrik Samenage yang terdiri dari seragam sekolah, tas sekolah, peralatan tulis, dan lain-lain.
Kedua adalah donasi bebas di mana tidak ditentukan suatu nominal tertentu. Donasi ini dapat ditransfer ke rekening resmi 1 Ton untuk Papua:
BRI
a.n. Satu Ton untuk Papua
1531.01000.428.539
Selain dukungan berupa donasi, kami pun membuka bantuan dalam bentuk lain yang dapat saudara berikan, seperti referensi, bantuan transportasi, tenaga guru, dan lain-lain. Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi:
Riyanti 0899.9919.243
riyanti_gunadi@hotmail.com
(Penulis adalah mahasiswi tingkat akhir di Universitas Padjajaran Bandung Jurusan Hubungan Internasional, yang concern dan aktif dalam kegiatan sosial)










Tinggalkan Komentar