Manokwari diprediksi sebagai kota pertama yang akan menghadapi perubahan iklim. Sebelum nantinya disusul oleh daerah lain di Indonesia dan negara-negara lain.
Kendati demikian, hal ini tidak sejalan dengan kesadaran masyarakat Manokwari dalam menanam, menjaga dan merawat pohon. Belum lagi pembukaan lahan yang dilakukan pemerintah maupun investor untuk membuka, kantor, tempat usaha dan pemukiman.
Terkait hal tersebut Kepala Dinas Kehutanan Manokwari, Erens Ngabalin mengatakan, kesadaran masyarakat untuk menciptakan Manokwari hijau masih cukup rendah. “Selama ini, tanaman rusak bukan karena ulah binatang ternak, maupun faktor alam, melainkan karena ulah manusia yang belum cukup memiliki kesadaran untuk merawat tanaman,” katanya.
Terlepas benar atau tidaknya prediksi tentang perubahan iklim itu, bagi Erens penting untuk melakukan upaya antisipasi.
Penghijauan di lingkup yang paling kecil semisal rumah warga perlu dilakukan, begitupun dengan penghijauan kota. “Saat ini suhu udara di Manokwari sudah berada di antara 31 derajat, bisa saja hal ini akan terus meningkat, tergantung perilaku manusia.”
Tinggalkan Komentar