Mahasiswa UPI Bandung Asal Papua & Papua Barat Gelar Rapat Kerja Program Semester & Tahunan

(Foto bersama usai Rapat Kerja Tahunan Solidaritas Mahasiswa Se-Tanah Papua Universitas Pendidikan Indonesia di Villa Saung Rumah Kayu Jl. Sersan Bajuri No. 88 Kabupaten Bandung. Sabtu, 6 Januari 2018 kemarin/Fransiskus Iyai)
Solidaritas Mahasiswa Papua dan Papua Barat, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, menggelar Rapat Kerja Program Semester dan Program Tahunan guna melatih dan mengembangkan Potensi mahasiswa Papua dan Papua Barat di Villa Saung Rumah Kayu Jl. Sersan Bajuri No. 88 Kabupaten Bandung. Sabtu, 6 Januari 2018.
Dalam sambutan Ketua Panitia Rapat Kerja, Emanuel Bamulki, dirinya mengucapkan terima kasih atas kehadiran para mahasiswa untuk melaksanakan rapat ini guna merencanakan apa yang akan dikerjakan saat ini demi menguatkan kemampuan mahasiswa pada lima atau enam tahun mendatang.
Emanuel menuturkan, kegiatan ini sengaja dibuat dengan mengundang beberapa divisi yang dibutuhkan bersama Pengurus SOSIS P2B UPI dan Pengurus IMASEPA JABAR sebagai Organisasi payung Mahasiswa dan Keluarga Papua di Jawa Barat.
Emanuel Bamulki yang juga mahasiswa asal Pegunungan Bintang ini mengatakan bahwa tema yang diangkat dalam Rapat Kerja adalah “Ide Kreatif dapat menciptakan Karakter Generasi muda Se-Papua yang tangguh dan bertanggungjawab.
Ditempat yang sama, Wakil Ketua Solidaritas Mahasiswa Papua dan Papua Barat Universitas Pendidikan Indonesia (SOSIS P2B UPI) Evvin Marisan, dalam sambutannya menyampaikan apreasiasi terhadap kinerja Panitia karena telah menyelenggarakan kegiatan demi mematangkan program kerja Semester dan Tahunan dengan baik.
“Rapat Kerja ini bukan semata-mata kebutuhan kita mahasiswa Papua dan Papua Barat yang di UPI saja tetapi diharapkan dapat bermanfaat bagi Mahasiswa Se-Tanah Papua Jawa Barat maka kami harus siap apabila ada program kerja IMASEPA JABAR yang sinkron dengan Program kami”, tegas Evvin.
Selanjutnya, Sekretaris Jendral Ikatan Mahasiswa Se-Tanah Papua Jawa Barat (Sekjen IMASEPA JABAR) Leonardus O. Magai dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa membina dan melatih para mahasiswa Se-Tanah Papua Jawa Barat bukan saja jadi tugas IMASEPA JABAR namun lebih aktif mengembangkan potensi dan talentanya dimulai dari motivasi diri kita sendiri melalui Komunitas Basis dan Paguyuban sebagai perpanjangan tangan dari IMASEPA.
“Bumi Cenderawasih sedang menunggu kita maka saya berharap kita harus siap dari segala Aspek sehingga mulailah bawa diri di Organisasi baik di kampus maupun di Organisasi kemahasiswaan untuk memampukan diri baik Abillity, Knowledge, Skill, Attitude agar kita menjadi manusia yang siap pakai atau siap mengerjakan berbagai masalah sedang terjadi di Tanah Papua” kata Leonardus.
Leonardus berharap agar program kerja yang digagas melalui Komunitas Basis ini setidaknya dapat menjawab segala kebutuhan yang dibutuhkan oleh para anggota serta menjadi Agent of Social Control and Agent of Problem Solving sehingga kita berubah maka Papua akan berubah.
Berdasarkan Pantauan media ini, beberapa kegiatan yang disepakati untuk dilaksanakan pada satu tahun kedepan yakni, Pelatihan Layout, Pelatihan Jurnalistik, Pelatihan Editing Video, Pelatihan Publik Speaking, Bakti Sosial Pendidikan, Seminar Nasional Pendidikan Dasar Se-Tanah, dan Festival Budaya, serta berbagai kegiatan menarik lainnya yang akan dilakukan melalui bentuk seminar, pelatihan, study tour, simposium, diskusi publik, diskusi panel, dan bakti sosial.
Usai Rapat Kerja Tahunan, Solidaritas Mahasiswa Se-Papua Universitas Pendidikan Indonesia menginformasikan hasil rapat kepada Rektor UPI melalui Dosen Pembimbing Dr. Sanday Tantra, M.Pd.
Dr. Sanday Tantra, M.Pd mengatakan bahwa pihak Civitas Akademika UPI akan mencoba memfasilitasi mahasiswa sebagai bagian dari implementasi Tridarma Perguruan Tinggi dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen sebagai tanggung jawab kampus dalam pendekatan akademik dan sosial.
Menurut Sanday, komunitas ini sudah ada sejak lama namun lebih eksis pada akhir tahun 2016 dan mereka sudah melaksanakan beberapa kegiatan atas dukungan pihak kampus maka salah satu masalah yang dihadapi mahasiswa Papua ini akan coba difasilitasi terutama terkait legalitas Organisasi Mahasiswa Se-Papua yang ada di lingkungan UPI Bandung.
[Nabire.Net/Barnabas.Subagio]


Leave a Reply