Mahasiswa Dogiyai Di Manado Basmi Miras
Mahasiswa asal Kabupaten Dogiyai berkota studi Manado Sulawesi Utara yang tinggal di Asrama Kontrakan Dogiyai membasmi beberapa botol minuman keras Beer yang disita dari anggota mahasiswa lainnya yang telah disimpan di asrama.
Ketika ditemui media ini salah seorang dari anggota asrama menyatakan bahwa hal ini dilakukan karena kami memiliki aturan asrama tentang larangan minuman keras dan mahasiswa sendiri sudah jelas bahwa tugasnya di kota studi bukan untuk minum miras tapi untuk belajar. “Saya sangat kecewa dengan tindakan anak-anak Papua khususnya anak-anak Dogiyai yang tinggal di asrama yang setiap kali orang tua kirim uang dihabiskan untuk beli miras.
Hal itu juga memengaruhi konsentrasi dan kenyamanan dari teman-teman yang lainnya juga”, kata Yosep Tebay senior Dogiyai yang juga tinggal di asrama.” Sebagai penegasan dan penolakan atas tindakan ini kami menyita minuman yang mereka simpan. Selama ini kami telah melakukan hal semacam itu dua kali”, lanjutnya. Penyitaan minuman keras dilakukan karena kebanyakan mahasiswa tidak mendengar dan mengindahkan nasihat dan teguran dari senioritas yang ada. “Ada juga senioritas yang terlibat minum mabuk. Itu merupakan pengaruh buruk yang harus ditinggalkan. Jika hal ini dibiarkan adik-adik akan cenderung mengikuti pengaruh buruk itu”, kata Yavet Obaipa ketika ditanya media ini.
Hal-hal seperti ini harus tertibkan dan dilakukan juga oleh teman-teman lain dari Papua yang sedang menimba ilmu di setiap kota studi di seluruh indonesia karena dampaknya bersifat destruktif. “Minuman keras atau dikenal dengan etanol adalah minuman yang memiliki kadar alkohol yang berbeda-beda. Ketika kadar alkohol dalam darah tinggi akan menimbulkan sifat euphoria dan lambat-laun akan menekan sistem syaraf dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Salah satunya daya ingat menurun dan gangguan mental”, kata Tebay yang aktif kuliah di Fakultas Kesehatan Masyarakat Unsrat Manado ini.
(Jhon/Becko)






Tinggalkan Komentar