News & Info
Home » Blog » Lukas Klemen, Tonggak Sejarah Baru

Lukas Klemen, Tonggak Sejarah Baru

Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua terpilih Lukas Enembe-Klemen Tinal, Selasa (9/4) sangat spesial. Menjadi tonggak sejarah baru di Indonesia, karena digelar di Stadion Mandala, disaksikan langsung ribuan rakyat Papua.

Hal ini diakui Menteri Dalam Negeri RI, Gamawan Fauzi saat melantik secara resmi Lukas Enembe dan Klemen Tinal sebagai orang orang nomor satu dan dua di Papua, dalam rapat paripurna istimewa DPR Papua. Menurutnya, selama tiga setengah tahun dirinya menjabat Mendagri, baru pertama kali melantik gubernur di stadion besar seperti di Papua.

“Baru sekarang saya menemukan pelantikan di sebuah stadion besar seperti ini. Tadi ada pertanyaan apakah boleh pelantikan dilakukan di sebuah lapangan seperti ini. Saya katakan boleh asal DPRP setuju dilakukan dalam sebuah sidang istimewa,” ungkap Gamawan Fauzi.

Menurutnya, pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua benar-benar sebuah pesta demokrasi dan merupakan puncak pesta rakyat dalam memilih pemimpinnya di Papua.

Karena itu ia mengucapkan selamat kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua dan selamat pula kepada masyarakat Papua karena penantian selama dua tahun digenapi kemarin.

Ia mengakui, pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua ini benar-benar pesta rakyat. Di mana masyarakat berdiri di pinggir jalan melambaikan tangan menunjukkan betapa gembiranya mereka memiliki seorang pemimpin baru. Gubernur dan wakil gubernur terpilih diberikan kepercayaan 52 persen rakyat Papua.

Angka tersebut merupakan angka yang legitimatif dan merupakan wujud kepercayaan yang luas biasa dari masyarakat Papua. Karena itu masyarakat bergembira menyambut Gubernur dan Wakil Gubernur Papua terpilih. Tugas gubernur dan wakil gubernur yang telah dilantik adalah kembali menggembirakan masyarakat.

“Jika hari ini [kemarin-red] dilayani layaknya seorang raja dan wakil raja, maka besok [hari ini-red] mulai melayani seluruh masyarakat Papua. karena inilah substansi pelantikan dan esensi pesta demokrasi yang sudah berlangsung lama, dimana puncaknya adalah pelantikan dan akhir dari pelantikan adalah pengabdian kepada masyarakat Papua,” terang Mendagri.

Ia berharap, dengan begitu besarnya kepercayaan yang diberikan masyarakat Papua kepada pasangan gubernur ini, ada sesuatu yang besar pula yang diharapkan.

Ia minta jadikanlah pelantikan ini sebagai momentum baru untuk membuka lembaran baru Papua ke depan. Walaupun gubernur dan wakil gubernur diajukan oleh salah satu partai politik yang dipilih oleh 50 persen suara tetapi sejak terpilih merupakan milik masyarakat Papua. Baik yang ada di pantai maupun di gunung, baik dari partai pengusung maupun bukan partai pengusung.

Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih Papua tersebut dihadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo, Menteri Lingkungan Hidup Berth Kambuaya, Gubernur Provinsi Sandaun, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heriyawan, Gubernur Papua Barat, Duta Besar PNG untuk Indonesia, Mantan Penjabat Gubernur Papua Drs. DR. Syamsul Arief Rivai, Sekretaris DPP Partai Demokrat Edi Baskoro Yudhoyono, tokoh adat, tokoh agama, bupati, wali kota, Pangdam XVII/Cenderawasih dan Kapolda Papua.

Pelantikan Gubernur Papua juga disaksikan sekitar puluhan ribu masyarakt yang sengaja secara langsung datang ke Stadion Mandala.

Mendagri juga berharap visi dan misi harus disatukan serta harus bekerja keras karena Papua merupakan provinsi yang kaya. “Tinggal bagaimana kita bersama menyatukan pendapat dan mengatur kekayaan alam yang dimiliki Papua untuk kemakmuran serta kesejahteraan  Papua,” ungkapnya.

Mendagri juga berharap gubernur dan wakil gubernur dapat merangkul semua pihak dalam masa kepemimpinanya selama lima tahun ke depan. “Satukan visi-misi untuk membangun Papua, bukan hanya Persatuan Sepak Bola Papua dapat mengalahkan Jakarta, tetapi juga dapat mengalahkan kesejahteraan Jakarta,” terangnya.

Usai pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Papua dilanjutkan dengan doa pengutusan oleh pemuka agama, selanjutnya kedua putera terbaik Papua diarak tujuh suku yang ada di Papua keliling Stadion Mandala.

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.