News & Info
Home » Blog » Lalulintas Kapal Pelni Ancam Terumbu Karang Selat Numamuran

Lalulintas Kapal Pelni Ancam Terumbu Karang Selat Numamuran

Selat Numamuran yang berada di ujung distrik Teluk Duairi, kabupaten Teluk Wondama merupakan salah satu lokasi di dalam Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC) sebagai tempat hidup terumbu karang.

Tidak heran, selat Numamuran  menjadi salah satu spot diving yang banyak diminati para penyelam yang ingin menikmati pesona bawah laut TNTC. Di lokasi ini juga kabarnya terdapat bangkai pesawat terbang milik tentara Sekutu yang jatuh pada jaman perang dunia II.

Namun keindahan bawah laut selat Numamuran itu terancam mengalami kerusakan. Salah satu penyebabnya adalah lalulintas kapal termasuk kapal milik PT. Pelni.

Getaran mesin dan gelombang yang ditimbulkan dari kapal berbobot besar seperti kapal milik PT. Pelni dikuatirkan akan bisa merusak terumbu karang, sehingga berpotensi mengganggu ekositem bawah laut di kawasan itu.

Pihak Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC) tengah mengupayakan agar selat Numamuran tidak lagi menjadi jalur perlintasan kapal. BBTNTC sendiri telah melayangkan surat kepada PT. Pelni.

“Kami sudah surati ke PT.Pelni dan Pelindo agar saat kapal lewat selat Numamuran, kecepatan kapal di kurangi, “ ungkap kepala BBTNTC Ir.Ben Gurion Saroy kepada koran ini di kantornya baru-baru ini.

“Kita juga sudah sisipkan beberapa VCD tentang terumbuh karang ke kapal-kapal Pelni termasuk pelarangan buang sampah kapal langsung ke laut,” sambungnya.

Numamuran memang selalu menjadi jalur perlintasan  yang akan keluar masuk pelabuhan Wasior  dari dan ke arah kabupaten Nabire. Celah kecil diantara Kampung Yopanggar dan Pulau Roon memang selalu menjadi pilihan karena bisa memangkas jarak tempuh daripada harus berputar menyusuri ujung pulau Roon.

Pihaknya berharap, Pemda Teluk Wondama maupun instansi terkait seperti Dinas Kelautan dan Perikanan bisa membantu upaya yang telah mereka tempuh agar ke depan selat Numamuran benar-benar terlarang untuk lalulintas kapal laut.

“Kita harap dari Pemda dan DKP coba inisiasi supaya kapal tidak lewat situ tapi lewat depan, supaya kondisi terumbu karang di situ tidak terganggu, “ pungkas Ben.

(Sumber : Bintangpapua)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

  • samuel wamaer
    21 Oktober, 2013 19:10 pada 19:10

    Ya di atur saja dgn baik bersama pemerintah dan pihak pelni sehingga tdk terjadi hal2 yang merugikan banyak orang,kapal pelni juga melayani masyarkat jadi di atur yang baik saja supaya nanti transportasi laut andalan kita ini tdk terganggu jadwalnya.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.