Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak & KB Nabire : Jangan Abaikan Peran Kader Posyandu
Kepada Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kabupaten Nabire, Yufinia Mote mengatakan, peranan Kader Posyandu di tingkat kampung sangat penting untuk memberikan jaminan kesehatan, gizi, dan pendidikan bagi anak-anak usia dini.
“Kita tidak bisa mengabaikan keberadaan kader Posyandu di tiap kampung di seluruh tanah Papua. Mereka harus kita berdayakan terus-menerus untuk mengambil peran lebih banyak dalam memastikan kesehatan anak-anak usia dini, gizi, dan pendidikan mereka,” tuturnya, Rabu, (23/10/13).
“Dalam kondisi kita di Papua yang kekurangan tenaga medis dan tenaga pendidik di tingkat kampung, peran Kader Posyandu harus kita tingkatkan. Setelah saya melihat langsung di kampung-kampung pedalaman, pesisir, dan Kepulauan Nabire, ternyata peran mereka besar untuk membangun generasi Papua yang cerdas,” tuturnya.
Untuk itulah, kata dia, pihaknya menggelar Jambore Posyandu setiap tahun dalam rangka meningkatkan pengetahuan para kader. Selain itu, sarana silaturami dan berbagi pengetahuan dengan sesama Kader Posyandu, terutama di bidang tugas-tugasnya untuk meningkatkan kualitas keluarga yang baik dan sehat.
Labih jauh ia menjelaskan, mimpi semua pihak membangun generasi Papua yang cerdas tidak akan terwujud apabila keluarga mengabaikan gizi dan pendidikan anak usia dini (PAUD).
“Tiap keluarga di kampung, harus mendukung setiap upaya peningkatan kesehatan, gizi, dan pendidikan. Tanpa dukungan masyarakat tidak akan berkembang,” katanya.
“Saya terus berusaha soal ini. Tempat yang tidak ada tenaga pendidik PAUD dan medis, tentu kader Posyandu. Peran mereka (Kader Posyandu: red) bisa kita tingkatkan. Bahkan, jika pemerintah ada anggaran dapat memikirkan honor mereka. Mereka itu berada di kampung dan melaksanakan peran yang pentng,” tuturnya.
Karena itu, kata Yufinia, semua pihak, Tokoh Agama,Tokoh Masyarakat, Tokoh Perempuan, Tokoh Pemuda, dan LSM/LSM ikut memastikan bahwa anak-anak Papua harus mendapat perhatian khusus baik kesehatannya, gizinya, imunisasinya dan kebutuhan-kebutuhan dasar dalam membentuk generasi yang berkualitas.
Kata Alumna Univerasitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta itu, sosialisasi soal bahaya penyakit HIV dan AIDS dan menjaga kebersihan alat makan, dapur, tempat tidur, dan halaman rumah adalah materi penting dalam Jambore setiap tahun.
“Saya yakin, ketika semua orang di Papua berpikir bahwa kesehatan, gizi, dan pendidikan itu penting maka angka kematian ibu dan anak bisa ditekan dan SDM bisa kita tingkatkan. Itu harus mulai dari keluarga, kita tidak bisa menunggu atau berharap orang lain,” katanya berharap.
(Sumber : Majalah Selangkah)






Tinggalkan Komentar