INFO NABIRE
Home » Blog » Keluarga Korban Penembakan Di Nabire Belum Sempat Ketemu Kapolda Papua Minta Pengusutan Tuntas

Keluarga Korban Penembakan Di Nabire Belum Sempat Ketemu Kapolda Papua Minta Pengusutan Tuntas

1(1)

Videlis (Jhon) Agapa (36) ditembak mati di tempat oleh dua orang bersenjata lars panjang di Jalan Trans Irian Nabire-Ilaga KM 74, Kamis, (18/09/14) lalu, Pukul 15.00 waktu setempat.

Keluraga korban sejak awal telah meminta Polda Papua, Pangdam, dan Komnas HAM untuk mengungkap pelaku penembakan. Kapolres Nabire, AKBP Tagor Hutapea Sabtu, (20/09/14) mengatakan, pihaknya sedang mendalami pelaku penembakan.

Kapolda Papua Irjen Pol. Yotje Mende turun ke Nabire, kemarin, Rabu, (24/09/14) bersama Irwasda Polda Papua, Kombes Pol. Gede Sugianyar Dwiputra, Karo Ops Polda Papua, Kombes Pol. Tatang, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Sulistyo Pudjo Hartono, Wakasat Brimob Polda Papua, AKBP. Tonny, dan Korspri Pin Polda Papua, Kompol. Erwin Wijaya Siahaan.

Tetapi, dikabarkan, kedatangan Kapolda ini rangka mengadakan kunjungan kerja di wilayah Polres Nabire. Bukan dalam rangka menjawab tuntutan keluarga korban Alm. Videlis (Jhon) Agapa untuk mengungkap pelaku penembakan.

Kapolda Papua melakukan kunjungan kerja selama 2 hari di wilayah Polres Nabire dan direncanakan kembali ke Jayapura hari ini, Kamis (25/09/14).

Yeron Agama, keluarga korban siang tadi mengatakan, Kapolda belum menemui keluarga korban. “Kami dengar Kapolda datang tapi belum ketemu keluarga. Kalau saya keluarga dekat belum tahu dan keluarga di rumah belum tahu itu,” katanya.

Ia menjelaskan, “Kami sudah dari awal sudah bilang Polisi harus ungkap pelaku. Kami mau keadilan dari Polisi bagi orang Papua. Kami juga akan lihat keberanian polisi untuk ungkap kasus ini karena pelakunya sudah jelas. Mungkin Kapolda sudah perintahkan untuk ungkap pelaku,” kata Yeron.

“Ini duka selesai dulu. Kami sudah siap-siap tuntut Kapolres Nabire untuk ungkap. Kasus-kasus yang pelakunya tidak jelas saja bisa ungkap. Ini sudah jelas. Pencurian saja diungkap dan dipenjarakan, tapi kasus pembunuhan ini kami mau lihat polisi punya kerja di sini. Kalau polisi tidak ungkap, kami tuntut Kapolres bayar kepala,” kata Yeron.

(MS)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.