Rakyat Papua saat ini sedang menunggu apakah program Rencana Strategis Pembangunan Kampung (Respek) dilanjutkan ataukah tidak. Nampaknya, kita patut bersyukur karena Gubernur Provinsi Papua, Lukas Enembe,S.IP,MH tetap melanjutkan program tersebut, yang mana menggantikan namanya menjadi Program Strategi Pembangunan Kampung (Prospek), namun muatannya tetap sama, yakni program pemberdayaan bagi masyarakat di kampung-kampung.
Dijelaskan, program ini lebih nyata lagi dalam memberikan yang terbaik bagi masyarakat, dan kemungkinan besar dananya akan ditingkatkan, sebab ia sudah menegaskan bahwa dana Otsus yang dialokasikan ke kabupaten/kota sebesar 80 persen. “Per kampung dana Prospek memang belum kami hitung, tapi jelas dana Otsus kami kasih 80 persen untuk kabupaten/kota, jadi otomatis itu bertambah, karena kabupaten/kota yang atur,” ungkapnya dalam keterangan persnya di Restaurant Bagus Pandang Dok V Jayapura, Jumat, (12/4).
Soal anggaran untuk para pendamping, dirinya balik bertanya, anggaran Rp 100 M per tahun (Termasuk tahun ini) yang dialokasikan oleh Bank Dunia tersebut ditaruh dimana oleh Mantan Gubernur Provinsi Papua, Barnabas Suebu,SH, nah tentunya honor para pendamping dibiayai dari sumber anggaran dimaksud.
Soal kabupaten/kota yang selama ini sudah melaksanakan keberpihakan penuh kepada rakyat di kampung-kampung dengan pos anggaran dana Otsus, misalnya Kabupaten Keerom, kata Gubernur Enembe, tentunya ada kado istimewa bagi mereka dengan prosentase anggaran 80 persen tersebut. “Pokoknya SKPD yang ada di Papua ini harus fokus urus rakyat, tidak perlu pikir urus proyek, atau ini dan itu, tidak usah pikir dapat sekian persen dari sini, sekian persen dari sana, titip sana, titip sini dan sebagainya,” tandasnya.
Tinggalkan Komentar