Kapolres Paniai Sesalkan Info Yang Beredar Di Masyarakat Terkait Penembakan Warga Sipil Di Waghete
Dalam rangka memproses kejadian tertembaknya salah seorang warga sipil di Deiyai pada tangal 23 september 2013 lalu, pada hari jumat (19/10), Propam Polda Papua melakukan investigasi di lokasi kejadian. Investigasi ini dipimpin langsung oleh kabid propam Polda Papua, Kombes Usman HP.
Terkait hal tersebut, Kapolres Paniai AKBP Semi Roni ABA mengatakan, dirinya memberi dukungan penuh kepada proses yang sedang berjalan, yang dilakukan oleh Propam Polda Papua.
Sementara berhubungan dengan gencarnya pemberitaan di beberapa media beberapa saat lalu terkait peristiwa ini, Kapolres Semi Roni sangat menyesalkan hal tersebut. Menurutnya informasi tersebut terkesan tidak bertanggung jawab dan hanya menjembatani kejadian tersebut untuk memicu hal-hal negatif di masyarakat.
Terlepas dari jabatannya sebagai seorang Kapolres, Semi Roni juga mengatakan dirinya sebagai putra papua tidak setuju dengan informasi yang hanya bersifat provokatif dan melenceng dari fakta kejadian. “Informasi dari media harus berwujud pembelajaran dan hal-hal yang bersifat membangun daya berpikir mausia ke arah yang kritis namun bertanggung jawab. Alangkah baiknya informasi tidak bersft provokatif apalagi dengan cara memutarbalikan fakta,” tegasnya.
Kapolres Semi menambahkan, informasi yang berdear di beberapa media online menyebukan, Polres Paniai melakukan sweeping pada warga yang berambut gimbal, berjenggot, dan berkoteka. Informasi tersebut mengatakan hal ini yang menjadi penyebab timbulnya kejadian di wagete. Info itu sama sekali tidak benar tutur roni. Dirinya mengatakan, rambu gimbal, berjenggot serta memakai koteka adalah kebiasaan warga papua terutama di wilayah pegunungan, oleh karena itu hal tersebut patut dihargai.
“Kepolisian tidak pernah melarang apalagi sampai melakukan sweeping terhadap masyarakat yang berhubungan dengan kondisi tersebut. Polisi saat itu sedang melakukan penertiban terhadap hal-hal yang dilarang oleh aturan seperti judi, miras, senjata tajam.” ujar Kapolres Semi.
(Nabire.net / Reyner Windesi)






Tinggalkan Komentar