Jejak Jenderal Mac Arthur di Papua

Jayapura – Jenderal Douglas Mac Arthur, Jenderal AS paling popular dan kontroversial di Papua. Jenderal Douglas Mac Arthur pemimpin pasukan Amerika yang menaklukan pasukan Jepang dalam Perang Dunia II.
Mac Arthur sangat ahli strategi perang, ide cerdasnya yaitu strategi lompat katak. Faktor lain yang menunjang kesuksesannya adalah superioritas persenjataan pasukan AS, pasukan AS yang profesional dan berpengalaman, selain itu kesuksesan Mac Arthur adalah dukungan publik AS.
Jalannya pertempuran pasukan Mac Arthur selalu diikuti oleh publik Amerika. Mac Arthur adalah jenderal yang sadar akan opini publik, jadi kemana pun dia pergi, selalu diikuti wartawan. Mac Arthur adalah sangat sadar kamera wartawan, sehingga dia selalu berpose sebaik mungkin, karena setiap gerak-geriknya tidak lepas dari jepretan kamera wartawan.
Mac Arthur adalah jenderal selebritis, tetapi tidak pernah jadi presiden AS. Selain dikenal di AS, ia juga populer oleh publik Filipina, dengan ucapannya I Shall Return, “Saya akan kembali’, itulah janjinya pada publik Filipina, untuk merebut kembali Filipina dari Jepang.
Mac Arthur membangun markas terbesar di Sentani, Papua. Markasnya sangat megah dan luas di puncak Ifar Gunung, Sentani. Markas yang megah ini dilengkapi fasilitas lengkap, kafe, bioskop.
Dari markasnya ini, ia dapat melihat pergerakan pesawat yang take off maupun landing di lapangan terbang Sentani. Markas yang megah ini sempat menjadi kontroversi di AS, karena dianggap sebagai bentuk kemewahan dan pemborosan di saat pasukan AS berjuang mengalahkan Jepang.

Tapi, Mac Arthur tidak bergeming, ia cuek saja dengan pemberitaan dirinya. Justru dari markasnya yang megah di Sentani, Papua ini, Mac Arthur dengan tenang memimpin pertempuran, dengan menerapkan idenya lompat katak.
Kontroversi lainnya yaitu hobinya yang suka makan es krim. Yang cukup menarik bahwa, selama pertempuran di Papua, Amerika mengirimkan 2.400 ton es krim yang langsung dibagikan pada pasukan AS guna merayakan kemenangan pertempuran.
Perayaan dengan Es Krim merupakan kebiasaan dari komandan tertinggi mereka, Jenderal Douglas Mac Arthur, setiap berhasil dalam pertempuran. Es krim merupakan simbol ikatan batin yang kuat, sejati dan suci antar sesama teman yang seperjuangan, senasib, dan sepenanggungan, yang kadang melebihi ikatan dari saudara kandung.
Walaupun kontroversi, Jenderal Mac Arthur sudah jadi legenda di Papua, banyak karya yang dihasilkannya terutama infrastruktur fisik di Jayapura, mulai dari rumah sakit, pelabuhan, jalan raya maupun bandara Sentani. Infrastruktur tersebut hingga saat ini masih bisa dinikmati oleh masyarakat Papua.
[Nabire.Net/Hari Suroto]


Leave a Reply