News & Info
Home » Blog » Jalan Trans Nabire-Paniai Putus Akibat Hujan

Jalan Trans Nabire-Paniai Putus Akibat Hujan

20131213_064647_5202_l

Jalan Nasional Trans Irian yang menghubungkan Kabupaten Nabire dengan kabupaten-kabupaten pedalaman seperti Dogiyai, Deiyai, dan Paniai putus.  Akibatnya, aktivitas warga pedalaman jelang Natal terganggu.

Dikabarkan jembatan di Jalan Trans Irian, tepatnya  KM 173 dan KM 180  putus pada Minggu (08/12/2013)  lalu akibat  hujan yang terus menerus mengguyur di wilayah itu.

Masyarakat yang berkeinginan tetap melanjutkan perjalanan dari Nabire ke Paniai ataupun sebaliknya terpaksa harus menyebrang kali dengan berjalan kaki, lalu sambung dengan kendaraan angkutan umum yang sudah siap di ujung jembatan yang putus, estafet.

Seorang penumpang dari arah Enarotali, Kabupaten Paniai, Supri Tekege yang dihubungi majalahselangkah.com membenarkan kejadian ini.

“Selama ini hanya cukup dengan satu angkutan umum dari Paniai ke Nabire ataupun sebaliknya. Tetapi,  jalan putus jadi membuat kami harus menggunakan kendaraan lain dan itu mengeluarkan biaya yang lebih mahal,” kata Tekege.

Menurut Tekege, tarif normal angkutan dari Paniai-Nabire sebesar Rp400.000,  namun dengan putusnya akses penghubung itu, dirinya beserta warga lainnya harus menyambung ke kendaraan lain dengan menambah biaya transportasi tambahan.

“Untuk angkutan ojek kami bayar Rp50.000 dan untuk ke KM 150 kami membayar juga Rp 150.000. Dan itu belum sampai ke Nabire, sehingga total biaya yang kami keluarkan bisa mencapai Rp600.000,” tuturnya menjelaskan.

Supri Tekege menerangkan, kondisi jalan yang menghubungkan Kabupaten Nabire dan Paniai memang memiliki tekstur tanah yang amat labil. Buktinya, akibat hujan deras tersebut rangkat jembatan ikut terbawa arus banjir bersama bebatuan.

Kata dia, bukan hanya kali ini saja, tetapi hampir setiap tahun di bulan Desember selalu terjadi hal ini. “Kasihan warga yang naik dan turun persiapan Natal menjadi kendala,” tuturnya kepada majalahselangkah.com.

Kondisi jalan yang putus ini, selain mengganggu aktivitas warga juga mengganggu rencana peresmian jalan ini oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.
Dikabarkan, Pemerintah Provinsi Papua beserta Pemda Kabupaten Nabire berencana  mengundang Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono guna meresmikan ruas jalan Nabire-Dogiyai-Deiyai dan Paniai dipending.

Salah satu anggota DPRD Kabupaten Nabire, Anselmus Petrus Youw juga membenarkan kondisi ruas jalan yang terputus. Sayangnya, DPRD Nabire, Deiyai, Dogiya dan Paniai dinilai kaku menyikapi hal itu.

Munurut Youw, pihaknya masih menunggu keputusan rapat untuk meninjau lokasi tersebut. “Kami mendengar sedang terjadi seperti itu, ada jalan dan jembatan yang diputuskan derasnya hujan. Hanya saya belum ke lokasi untuk tinjau,” ucapnya.

(Sumber : Majalahselangkah.com)

Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.