INFO NABIRE INFO PAPUA
Home » Blog » Ini Saran Piter Yikwa, Lulusan Afirmasi UNS Solo Kepada Mahasiswa Papua

Ini Saran Piter Yikwa, Lulusan Afirmasi UNS Solo Kepada Mahasiswa Papua

Prestasi mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, yang berasal dari papua ini harus menjadi contoh bagi Mahasiswa asal Papua lainnya yang sedang menempuh pendidikannya melalui jalur afirmasi.

Dari sekian banyak Mahasiswa asal Papua yang menempuh penidikan melalui jalur Afirmasi, tidak semua memiliki prestasi yang sangat memuaskan. Bahkan ada mahasiswa Papua yang tidak berkuliah dengan baik dan malas-malasan. Oleh karena itu, mahasiswa yang satu ini wajib dijadikan contoh oleh mahasiswa-mahasiswa Papua yang lainnya ataupun generasi muda di Papua.

Namanya adalah Piter Yikwa, Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Sebelas Maret Solo, Jawa Tengah.

Piter Yikwa adalah salah satu contoh mahasiswa asal Papua yang merasakan pendidikan melalui jalur afirmasi. Penerima beasiswa Afirmasi Dikti ini mampu meraih hasil yang sangat memuaskan pada saat wisudahnya, dan mampu menyelesaikan studi Sarjananya sesuai target yakni 3.5 tahun.

Bukan hanya itu saja, Piter juga yang merealisasikan kerjasama antara Kampusnya UNS Solo dengan Pemkab Nabire, sehingga mahasiswa UNS bisa melaksanaka Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Nabire, seperti yang saat ini sedang dilaksanakan di Kampung Kimi, Distrik Teluk Kimi, Nabire.

Sempat Kuliah Di UNCEN

Piter Yikwa sendiri menamatkan pendidikan SD hingga SMA di Kabupaten Puncak Jaya. Usai tamat, dirinya berniat melanjutkan pendidikan di Universitas Cendrawasih Papua, tapi karena keterbatasan dana, dirinya terpaksa harus melupakan mimpinya berkuliah di UNCEN walaupun sudah diterima.

Akhirnya Piter mencoba di jalur afirmasi. Nasib baik berpihak pada Piter, dirinya berhasil tembus di UNS Solo melalui jalur afirmasi.

“Awal pendaftaran di perguruan tinggi, saya diterima di UNCEN. Saat itu saya menangis karena tidak ada keluarga yang membantu saya untuk biaya pendaftaran di UNCEN. Oleh karena itu dengan berat hati saya memutuska untuk tidak melanjutkan niat saya kuliah di UNCEN”, tutur Piter sedih.

Namun kesedihan Piter sirna, ketika dirinya dibantu oleh salah seorang warga Nabire bernama Ibu Letsoin.

“Mama Letsoin relah berkorban untuk membantu saya dalam membiayai saya untuk pendaftaran ulang di UNCEN, namun Tuhan berkehendak lain, karena saya tidak melanjutkan studi di kampus UNCEN. Karena saya dapat beasiswa perguruan tinggi ternama di Indonesia yang berada di UNS Solo. Akhirnya bapa Obet Aibekob S.Th sebagai bapa motivator dalam perjalan pendidikan saya, yang memutuskan agar saya kuliah di UNS Solo. Itu alasan mengapa saya memilih kuliah di luar pulau Papua”, tutur Piter.

Kondisi Mahasiswa Papua Saat Ini Serta Perhatian Dari Pemerintah

Piter Yikwa mengatakan, sebenarnya mahasiswa dari Nabire dan Papua pintar-pintar, cuma mereka terkadang malu untuk bertanya, minder, gengsi dan mudah menyerah.

“Sebuah kesuksesan diraih dari diri sendiri, oleh karena itu kita harus tetap semangat dalam menempuh pendidikan baik pendidikan formal maupun non formal sehingga kita mampu untuk meraih impian kita demi membangun tanah air Papua tercinta”, tegas Piter.

Berbicara tentang mahasiswa Papua yang sedang berkuliah diluar Papua dan sejauh mana kontribusi pemerintah daerah kepada mereka, Piter menuturkan, perkembangan dalam segi kualitas pendidikan mahasiswa Papua di Jawa pastinya berbeda, dalam segi logika berpikir, komunikasi dan berorganisasi.

Dijelaskan, perkembangan pendidikan di Papua pada tahun 2010 kebawah masing sangat minim akan pelatihan baik dari pemerintah maupun pihak lain. Namun seiring dengan munculnya kurikulum 2013, perubahan pendidikan mulai terlihat membaik.

Soal perhatian pemerintah daerah, Piter menilai sudah cukup baik, salah satunya melalui program beasiswa afirmasi. Oleh karena itu, Piter meminta agar pemerintah provinsi Papua dan kabupaten terus meningkatkan pendidikan di Papua, khususnya melalui program afirmasi, sehingga generasi muda di Papua akan lebih baik lagi di masa mendatang.

“Dalam pemberian beasiswa, pemerintah tidak harus melihat dari jabatan orangtua si anak tapi harus kepada mereka yang mampu dan serius. Ada 3 aspek yang perlu diperhatikan yaitu keseriusan siswa, psikologi siswa dan semangat siswa, dari 3 aspek tersebut siswa akan dapat terpilih, siswa mana yang benar-benar serius dan akan bersemangat untuk menekuni kegiatan pembelajaran dengan baik. Persoalan ini bukan opini, namun ini bukti di lapangan dalam hal studi di Indonesia” jelasnya.

Piter juga memberikan motivasi kepada generasi muda Papua agar terus bangkit dan berusaha karena kesuksesan tidak datang sendiri tapi kesuksesan berawal dari doa, dilanjutkan kerja keras, kenali potensi diri sendiri dan tentukan tujuan hidup kita.

” Perubahan itu akan terlahir jika kita tidak menyerah dari kegagalan yang kita alami”, tutupnya.

[Nabire.Net/R.L]



Artikel Terkait

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.