Dalam kehidupan kita umat manusia, kita selalu menginginkan sesuatu yang baik dan berkenan di mata Tuhan. Untuk dapat mencapai keinginan tersebut maka kita membutuhkan apa yang di sebut dengan hikmat.
Hikmat mengarahkan kehidupan manusia agar hidup lebih baik dan tidak hidup di dalam kebodohan dan kebebalan. Orang behikmat selalu menghargai orang lain, mengasihi sesama dan juga hidup dengan rukun, serta menerapkan keadilan dan kebenaran.
Demikian kutipan khotbah minggu pagi 19 juli 2015, jemaat GKI Siloam Sanoba Nabire, yang dipimpin oleh Pdt F. Samsanoy S,Th.
Ditegaskan Pdt. F. Samsanoy, ketika kita hidup dalam hikmat maka tidak mungkin kita melakukan segalah kejahatan atau perbuatan yang suka di lakukan oleh orang fasik yakni sikap hidup sembrono, bebal, iri hati, menindas dan perbuatan kejahatan lainnya.
Hikmat juga diperlukan dalam setiap bidang kehidupan manusia, apapun yang kita kerjakan dan menjadi tugas serta tanggungjawab kita sangat membutuhkan hikmat, dan kita harus memintahnya pada Tuhan agar apa yang kita lakukan dan menjadi bidang tugas dan tanggung jawab kita akan berhasil.
Segalah yang kita lakukaan di dunia kelak akan diminta pertanggungjawaban, Firman Tuhan mengatakan bahwa kita adalah pengembara atau musafir di tengah dunia dan pada akhirnya kita akan berpulang dan mempertanggunjawabkan segalah yang kita lakukan.
Jika kita melakukan segalah sesuatu selama kita hidup berdasarkan hikmat yang berasal dari Tuhan niscahya segalah perbuatan kita akan berkenan di hadapan Tuhan.
Tinggalkan Komentar