Dalam pembacaan firman Tuhan saat ini di ceritakan bahwa ketika Musa lahir orang tuanya menyembunyikan dia hingga berumur tiga bulan dan karena takut akan resiko yang mungkin saja dapat menimpa mereka jika ketahuan memelihara anak laki-laki di kalangan orang Ibrani, karena saat itu Firaun telah memerintahkan agar setiap kelahiran bayi laki-laki pada orang Ibrani haruslah di bunuh, hal ini dimaksudkan untuk menekan jumlah orang Ibrani yang kian hari makin bertambah banyak.
Demikian kutipan khotbah Ibadah Gabungan Persekutuan Wanita (PW) sekotawi Klasis GKI Paniai, selasa 15 september 2015, bertempat di GKI Eltekom SPB Wanggar Nabire, yang dipimpin oleh Ibu Magdalena Aronggear.
Dalam khotbahnya yang diangkat dari kitab Keluaran 2:1-10 “Musa lahir dan di selamatkan”, Pelayan Firman Magdalena Aronggear menjelaskan, sebagai seorang ibu yang memiliki rasa cinta dan sayang kepada anak kandungnya sendiri, sehingga ibu Musa bermaksud menyelamatkan nyawa Musa dengan menghanyutkannya menggunakan peti pandan.
Dengan maksud agar di lihat oleh putri Firaun, hal itu terjadi bahwa ketika putri Firaun bersama dayan-dayan hendak mandi di sungai Nil dan dilihatnya peti tersebut di suruhnya dayang-dayangnya untuk mengambilnya dan setelah dilihatnya anak yang ada di dalam peti tersebut sangat elok serta kehausan dan menangis, maka di berikan anak tersebut kepada kakaknya yang berdiri tidak jauh dari tempat putri Firaun mandi dengan pesan susukanlah dia bagiku.
Demikian riwayat Musa ketika di selamatkan hidupnya oleh Ibunya dan di angkat sebagai anak oleh putri Firaun. Putri Firaun sebagai seorang bangsawan saat itu mengetahu bahwa betapa pentingnya air susu bagi kehidupan manusia.
Putri Firaun bisa saja membawa Musa tanpa menyuru di susui oleh ibunya, dengan kekuasaan dan kekayaannya dia bisa saja memberi Musa minum susu yang berasal dari susu sapi atau lembuh, tapi yang terjadi bahwa Musa harus tetap di susui dengan susu ibunya.
Ibu Musa dan juga putri Firaun adalah dua wanita yang telah memainkan peran besar menyiapkan karakter Musa hingga menjadi pemimpin besar di jamannya.
Ibu Musa karena rasa kasihan kepada anaknya bermaksud menyelamatkan hidup Musa dengan membuangnya ke sungai agar di temui oleh putri Firaun, sedangkan Putri Firaun tahu pentingnya ASI untuk kesehatan dan juga tumbuh kembang anak. Anak harus di susui agar cerdas dan pintar.
Kebanaran Firman Tuhan saat ini mau mengajarkan kita semua bahwa sebagai seorang wanita atau ibu kita harus menjalankan kodrat kita dengan baik yakni melahirkan, menyusui, membesarkan dan mendidik anak serta mendampingi suami.
Kodrat seorang wanita tidak pernah bisa berubah, walau jaman telah berubah dengan berbagai kemajuan akan tetapi kodrat wanita tidak akan berubah, itu alami.
Dewasa ini kita dapat jumpai wanita-wanita yang hebat dalam dunia politik dan pemerintahan, tetapi juga dalam bidang gereja serta berbagai bidang lainnya, tetapi semua itu tidak serta merta mengganti kodrat wanita yang telah Allah tentukan.
Marilah sebagai kaum Ibu kita bawah rumah tangga kita lebih dekat kepada Tuhan, ingatkan suami dan anak untuk aktif dalam persekutuan ibadah, jangan apatis dan malas tahu serta menjadi ibu yang baik buat hidup rumah tangga kita, amin.
Ibadah juga di isi dengan kesaksian lagu oleh:
PS PW Imanuel Kota Lama
Tinggalkan Komentar