(Bupati Nabire Saat Memberi Arahan Pada Pembukan Tes CPNS di SMAN 1 Nabire)
Provinsi Papua dengan tegas menolak rencana pemerintah mengumumkan hasil tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2013 untuk seluruh Indonesia, yang rencananya akan dilaksanakan Selasa, 24 Desember 2013.
Usai mengikuti apel siaga jelang perayaan Natal dan Tahun Baru di halaman Kantor Gubernur Dok II, Jayapura, Sabtu (21/12), Pelaksana Tugas Sekda Papua Hery Dosinaen menjelaskan Gubernur Papua Lukas Enembe telah membuat surat penolakan.
“Penentuan hasil kelulusan CPNS yang ditentukan pusat itu, gubernur menolak,” tegas Heri terkait penundaan pengumuman hasil tes CPNS itu.
Penolakan dilakukan melalui surat resmi Gubernur Papua kepada kementerian terkait di Jakarta. Surat itu sudah dibawa ke Jakarta. Menurut Hery, surat tersebut telah dibawa badan kepegawaian, Setda Provinsi Papua. Papua meminta agar semua penentuan kelulusan dilakukan di daerah, baik di provinsi maupun kabupaten/kota.
“Terkait informasi yang disampaikan, bahwa tanggal 24 Desember akan diumumkan, kami sudah koordinasi dengan semua Forkompimda agar itu ditangguhkan. Tanggal itu adalah Natal dan sangat mengganggu ketenteraman di Papua. Tanggal 24 sudah kami tangguhkan,” ujar dia.
Ia menjelaskan lebih jauh, surat penolakan dari gubernur berisi; Pertama, penentuan kelulusan CPNS ditentukan di daerah, baik di provinsi maupun di kabupaten/kota.
Kedua, surat menyatakan, kalau ditentukan oleh pusat, jangan diumumkan bulan Desember. Menurut Sekda, penundaan hasil tes CPNS untuk Papua ini ditempuh sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan.
Sebelumnya Gubernur Lukas Enembe menyampaikan keprihatinannya terhadap rencana pengumuman CPNS pada 24 Desember 2013. Menurut dia, hal itu sangat aneh dan tidak membawa kedamaian bagi rakyat Papua. Sebab, pada hari tersebut, rakyat Papua sedang merayakan Natal dengan penuh kedamaian, malah diumumkan hal yang akan membawa ketidakdamaian. Khususnya yang tidak lolos seleksi nantinya.
“Tanggal 24 Desember 2013 itu tanggal kristiani melaksanakan ibadah. Jangan diumumkan pegawai dan segala macamnya. Saya minta pemimpin jangan membuat situasi yang tidak aman dan tidak damai,” kata Lukas.
Ia melanjutkan, “Kita bicara kedamaian, tetapi kalau tidak wujudkan tanah damai, itu juga namanya masalah. Jadi, kami minta semua orang menghargai Natal ini.”
Tinggalkan Komentar